Untuk Gelar Pelatnas, Atletik Wajib Swab Test Seluruh Atletnya 

0
Sumber: bola.net

Pihak Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyatakan bahwa salah satu syarat digelarnya kembali Pelatnas, adalah dengan diadakan swab test kepada para atlet, atau yang juga dikenal dengan nama reaksi rantai polimerase (PCR).

Menurut Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung, syarat tersebut ditetapkan langsung oleh World Athletics (federasi atletik dunia) kepada setiap federasi negara yang ingin menggelar latihan di masa kenormalan baru.

Pemeriksaan memanfaatkan teknis PCR merupakan salah satu tes yang mampu mendeteksi keberadaan virus Covid-19. Pemeriksaan dilakukan dengan cara pengumpulan usap (swab) dari saluran pernafasan atas.

Pemeriksaan menggunakan teknik reaksi rantai polimerase (PCR) merupakan salah satu tes untuk mendeteksi virus korona. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara pengumpulan usap (swab) dari saluran pernapasan atas yakni bagian hidung, mulut, dan tenggorokan.

“Untuk latihan iya (harus melakukan swab test). World Athletics meminta test PCR. Kita harus sosialisasikan dengan atlet dan pelatih terlebih dahulu,” kata Tigor, seperti dikutip dari Medcom.

Karenanya, Tigor sendiri sampai sekarang belum bisa memastikan, kapan sedianya Pelatnas bisa kembali diadakan, mengingat biaya untuk tes swab terbilang tinggi.

Sebelumnya, dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, sudah mengeluarkan protokol kesehatan untuk menggelar kegiatan olahraga nasional. Penerbitan aturan dan panduan tersebut, diharapkan oleh Menpora Zainudin Amali bisa menjadi solusi bagi cabor yang ingin segera kembali menggelar Pelatnas.

Hanya saja sebelum mendapatkan izin Pelatnas, Kemenpora mewajibkan cabor untuk bisa menyampaikan susunan rencana program dan rumusan protokol kesehatan untuk lebih dulu dinilai standarnya.

 

“Kami akan lihat. Kalau oke kita izinkan, kalau tidak kami akan meminta revisi,” kata Zainudin.

Tigor mengatakan, bahwa PB PASI sendiri sampai sekarang juga terus menggodok panduan yang lebih terperinci, serta disesuaikan dengan protokol yang ada, baik dari Kemenpora, maupun Federasi Atletik Dunia. Jika panduan tersebut sudah selesai dan mendapat lampu hijau dari pemerintah, pihaknya akan bisa segera memanggil kembali para atlet yang kini berlatih mandiri, untuk menjalani Pelatnas di Stadion Madya Gelora Bung Karno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here