Timnas Tenis Akhirnya Kembali Ke Pelatnas di GBK

0
Sumber Gambar: sumselupdate.com

Tim Nasional Tenis Indonesia akhirnya sudah kembali berlatih. Tim putri mengawali Pelatnas di Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Pihak Pengurus Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) melalui Ketua Umumnya, Rildo Ananda Anwar menyebut tim putra belum bisa bergabung, karena banyak petenis yang masih tertahan di masing – masing daerahnya.

“Kami sudah mulai latihan pekan ini dan melakukan kompetisi internal saja. Ya ini dilakukan antara pemain saja tapi khusus putri. Semua ada enam petenis putri,” ucap Rildo seperti dilansir dari Kumparan.

Rildo memaparkan, sejauh ini performa para petenis putri masih terlihat konsisten. Menurutnya, Beatrice Gumulya dkk, selama masa pandemi dan berlatih mandiri memang melaksanakan latihan dengan baik di rumah masing – masing.

“Jadi pola main mereka masih bagus dan tidak menurun sama sekali,” ungkap Rildo.

Sebelumnya ketika PSBB masuk ke masa transisi, Pelti mengajukan izin penggunaan lapangan tenis kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), agar bisa kembali menggelar Pelatnas

Rildo juga memastikan, bahwa selama Pelatnas, tim tenis putri akan memegang teguh komitmen untuk melaksanakan protokol kesehatan ketat. Meliputi, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, saat jeda dan setelah latihan. Begitu juga dengan penggunaan handuk untuk mengelap keringat. Para petenis diminta untuk terlebih dahulu mencuci tangan.

“Jadi sebisa mungkin harus bersih. Kami masuk GBK pun dicek dulu suhu tubuhnya. Setelah itu, kami menggunakan aturan dari protokol kami sendiri,” kata dia.

Soal agenda turnamen, Rildo menjelaskan bahwa saat ini Pelti masih terus lakukan koordinasi dengan Federasi Tenis Internasional (ITF) dan pemerintah. Selain juga ada evaluasi internal di dalam Pelti sendiri.

“Nanti kami lihat jika sudah memungkinkan. Karena ada aturan dari pemerintah soal menghindari penonton dalam jumlah besar. Tenis memang resikonya paling kecil karena tidak kontak badan, jaraknya tetap jauh. Kami tunggu regulasinya saja. Kami juga harus berkoordinasi dengan ITF. Apakah ada pertandingan yang kami mulai karena sudah mulai masuk poin,” pungkas Rildo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here