Tim Pelatih PB PASI Awasi Ketat Lalu Zohri Hadapi 2021

0
Sumber Gambar: liputan6.com

Sprinter andalan Tim Indonesia Lalu Muhammad Zohri memang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti agenda utama Olimpiade 2020 Tokyo. Namun disayangkan, persiapan pemuda asli Lombok tersebut menjadi agak terganjal, karena banyaknya event yang ditunda, bahkan batal, akibat pandemi covid-19. Jika wabah tersebut tidak kunjung usia, diperkiarakan Zohri akan sama sekali tidak berkompetisi hingga akhir 2020.

Tapi justru berkebalikan, pada tahun 2021, pelari berusia 19 tahun tersebut diprediksi akan memiliki jadwal super padat. Karena, pertama, tentu saja jadwal Olimpiade yang mundur setahun, tepatnya pada Juli 2021. Kemudian, pada Oktober, Zohri akan mengikuti PON XX/2020 di Papua, membela Provinsi kelahirannya Nusa Tenggara Barat. Kemudian terakhir, hampir pasti, dia akan menjadi anggota Tim Sea Games 2021 yang akan berlangsung pada Desember.

Akumulasi kejuaraan tersebut, membuat pelatih sprint Tim Nasiona, Eni Nuraini merasa khawatir. Karena, jika sampai absen bertanding sama sekali di 2020, maka ia memperkirakan bahwa Zohri bisa kehilangan mental tandingnya. Disamping juga akan kesulitan untuk memantau pace nya. Kemudian berikutnya, padatanya jadwal di tahun 2021, juga tidak kalah merisaukan, terutama PON dan SEA Games yang hanya berselisih satu bulan.

’’Dilihat dari jadwal, Olimpiade itu Juli. Masih cukup waktu. Lalu, PON pada Oktober dan SEA Games pada November. Nah, ini yang harus kami jaga benar-benar supaya dia tidak cedera,’’ tutur Eni dikutip dari jawapos.com

Kekhawatiran Eni didasarkan kepada Zohri yang memiliki riwayat cedera, meskipun saat ini sudah pulih. Tahun 2019, juara dunia U-20 tersebut memang mendaatkan cedera lutut. Hal tersebut membuat Zohri tak bisa tampil dalam Asian Grand Prix Chongging China, Juni lalu.

Eni sendiri tidak bisa memprioritaskan dan membebankan kepada Zohri, event mana yang harus dikejar, karena menurutnya pihak PB PASI harus bisa menjadikan sala satu untuk bisa mengatur peak performance Zohri. Dan hal tersebut bisa dipastikan bukan Olimpiade. Pada multi event empat tahunan tersebut, Eni menyebutkan bahwa tidak akan membebankan target medali kepada Zohri, karena memang dia akan bertemu dengan sprinter senior level dunia yang catatan waktunya cukup jauh.

’’Kalau di Olimpiade, dia lebih ditarget untuk memperbaiki catatan waktu terbaiknya. Yakni 10,03 detik. Nah, baru puncaknya nanti bisa kita set saat mengikuti SEA Games 2021,’’ papar pemilik penghargaan Pelatih Terbaik Asia 2019 tersebut.

Zohri memang diharapkan tampil dalam SEA Games 2021. Tahun lalu dia diminta tidak tampil di SEA Games 2019 agar berfokus mempersiapkan diri untuk Olimpiade. Sementara itu, sudah sangat lama Indonesia tidak meraih emas pada nomor 100 meter. Prestasi terakhir Indonesia di nomor bergengsi itu adalah pada SEA Games 2015, saat Yaspi Boby merebut perak.

Saat ini, Zohri berlatih di NTB. Sejak awal Maret lalu, PB PASI mengembalikan para atlet ke daerah masing-masing untuk berlatih mandiri. Ketika dihubungi terpisah, dia sendiri optimistis dengan peluangnya tahun depan.

’’Ya dijalani saja semua. Latihan teratur, istirahat, dan gizi yang tercukupi. Kalau bisa dapat hasil baik semuanya, kenapa tidak?’’ tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here