Tim Panahan Indonesia Proyeksi Olimpiade Segera Jalani Uji Coba di Yogyakarta

0
Sumber Gambar: https://worldarchery.org/

 

Pelatnas panahan Tim Indonesia akan memasuki babak baru, dengan menjalani try in alias ujicoba internal di Yogyakarta pada November 2020 mendatang. Yogya dipilih karena dinilai punya tingkat resiko yang terendah dalam pandemi Covid-19 sekarang.

TC panahan sendiri selama ini sejak Agustus, digelar di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Senayan. Ada delapan pemanah putra – putri yang mengikuti Pelatnas di Jakarta

Mereka terdiri dari: Hendra Purnama, Arief Dwi Pangestu, Muhammad Hanif Wijaya, Ryan Rafi Adiputri, Titik Kusumawardani, Linda Lestari, Rezza Octavia, dan Dela Berliana Hartanto.

Manajer tim Panahan Indonesia Izzu Farhan Fajri, menyampaikan, bahwa hingga sekarang, atlet – atlet panahan Tim Indonesia sudah mengalami peningkatan kemampuan yang baik. Meskipun TC kali ini diadakan dalam suasana pandemi, namun para pemanah bisa mudah menyesuaikan diri.

“Alhamdulillah pelatnas sejauh ini berjalan baik, tidak ada kendala berarti dan sejak awal juga menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan atlet, pelatih, dan tim pendukung,” kata Izzu dilansir dari detikSport.

“Kami juga kerap melakukan mini games, sharing session, dan kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan panahan untuk mengatasi kejenuhan,” lanjutnya.

Namun dengan hanya berlatih dan berlatih saja, sebagai bentuk persiapan menghadapi Olimpiade Tokyo 2020 yang digeser ke tahun 2021 tidaklah cukup. Oleh karenanya, Perpani sebagai induk olahraga panahan, akan mengadakan try in bagi para atlet Pelatnas di Yogyakarta pada November 2020.

Sekarang ini, menurut Izzu, konsep try in sedang dimatangkan programnya. Besar kemungkinan Hendra Purnama dkk hanya akan menjalani game internal.

Kenapa Perpani pada akhirnya menetapkan Yogyakarta sebagai tempat berujicoba, hal tersebut berdasar bagaimana perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia hingga sekarang.

“Yang diperbolehkan Kemenpora itu di Yogyakarta dengan pertimbangan venue yang tersedia dan risiko yang lebih rendah terkait pandemi,” ujarnya. sambungnya.

“Ya, saat ini yang bisa kita lakukan adalah berupaya memaksimalkan latihan dan internal game dalam negeri. Karena sampai akhir tahun semua kejuaraan ditiadakan, dan ada arahan dari Kemenpora juga bahwa tidak diperkenankan untuk mengikuti kejuaraan di luar. ” pungkas Izzu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here