Tim Basket 3X3 Putra Waspadai Kekuatan Tuan Rumah

0

Tim Nasional Basket 3X3 Putra Indonesia mewaspadai kekuatan tuan rumah Filipina di ajang SEA Games 2019 yang sudah tinggal menghitung hari. Ia menyebut Filipina patut diperhitungkan karena memiliki kultur basket yang bagus dan cukup mapan.

Tidak seperti di Indonesia, basket di Filipina adalah olahraga rakyat. Popularitas basket di Negara Tagalog tersebut melebihi olahraga lain seperti baseball dan sepakbola.
Sistem kompetisinya pun jauh lebih matang dan terstruktur. Disokong dengan program pembinaan usia dini yang mampu memunculkan bibit-bibit muda potensial setiap tahunnya.

Kemapanan Filipina dibidang basket juga bisa dilihat dari performa mereka di FIBA World Cup 2019. Dimana mereka bisa bersaing dengan negara-negara besar berkekuatan seperti Italia, Australia ataupun Iran.

Selain itu dari segi ranking, Filipina juga jauh meninggalkan Indonesia. Menurut data terakhir setelah FIBA World Cup 2019, Filipina bertenger di peringkat 40 dunia. Sementara Indonesia berada diperingkat 88. Tak ayal Filipina digadang-gadang sebagai surganya basket di Asia Tenggara.

“Kita main di Filipina dan mereka sebagai tuan rumah kultur basketnya bagus. Namun, kami berpikir bagaimana mengalahkan lawan lainnya dan bisa bersua Filipina di final. Kalau di final semua bisa terjadi,” kata Ali Budimansyah selaku pelatih timnas basket 3×3 putra.

Kendati berat, namun Ali tetap memiliki optimisme yang besar. Pasalnya mereka bertanding di nomor 3×3, nomor yang baru pertama kali dipertandingan di SEA Games. Karena masih debut, masing-masing tim tentu buta kekuatan kontestan lain. Dan minimnya informasi tersebut bisa dimanfaatkan menjadi keuntungan bagi Indonesia.

“Yang pertama, di 3×3 tidak ada tim kuat. Kedua, saya juga sudah punya strategi dan strategi saya sudah saya kasih tahu ke pemain-pemain saya,” tandas Ali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here