Tiara, Atlet Balap Sepeda Penakut yang Mampu Raih Emas

0
BolaSport.com

Satu medali emas dari cabang olahraga balap sepeda di ajang Asian Games Agustus lalu, dihasilkan oleh pebalap asal Malang yakni Tiara Andini Prastika yang turun di kelas downhill. Ya, kini namanya makin terkenal usai menaklukkan pebalap pebalap handal dari negara Asia lain. Namun siapa sangka dibalik garangnya Tiara menaklukkan lintasan perbukitan, dara cantik kelahiran Semarang, 22 Maret 1996 itu awalnya adalah seorang penakut.

Dara manis kelahiran Semarang, 22 tahun silam ini sudah menekuni dunia sepeda gunung sejak 2012 silam. Tiara memulai kariernya sebagai atlet sepeda gunung justru dari kesukaannya pada road bike di jalan raya. Namun, tawaran seorang teman untuk Tiara lebih mengenal olahraga sepeda gunung membuatnya begitu terpikat.

“Pas awal nyobain downhill ternyata seru, terus saya pikir kompetitornya juga enggak terlalu banyak. Terlebih saya begitu mencintai alam, dan kebanyakan kompetisi downhill ini dilakukan di gunung atau perbukitan, ini yang bikin saya makin suka,” ujar Tiara melansir dari merdeka.com (21/10/18).

Semula, dara cantik yang juga tomboy itu memiliki rasa ketakutan dengan olahraga ekstrim yang dijalaninya. Medan yang curam dan tentu saja rentan cedera sempat membuatnya takut namun ketakutan itu ia jadikan sebuah tantangan.

“Awalnya memang ada takut tapi dari pelatih justru mengajarkan saja dengan menganggap medan yang curam sebagai bagian dari saya mengasah kemampuan. Dari situ saya semakin percaya diri, apalagi keluarga saya memberikan dukungan penuh. Untuk dunia olahraga sendiri memang saya dapat dukungan karena orangtua memang atlet bola volly dulunya,” ungkap Tiara.

Tak salah memang, jika Tiara menggeluti dunia olahraga para lelaki itu, karena semenjak kecil, anak ke tiga dari lima bersaudara ini memang lebih asyik berkumpul dengan teman-teman lelaki ketimbang bermain boneka bersama para perempuan lainnya. Ia pun terlihat seperti tomboy.

Setelah mampu meraih emas dalam laga Asean Games 2018 lalu, ia tak lantas puas. Tiara terus menggali potensi diri untuk bisa memberikan kontribusi lebih bagi Tanah Air.

Meski masuk sebagai atlet profesional tak lantas membuat perjalanan kariernya berjalan mulus. Pernah sekali waktu Tiara mengalami kecelakaan saat berlatih sepeda gunung. Kecelakaan itu membuatnya harus menjalani operasi karena jari telunjuknya patah.

“Kejadiannya pas Februari kemarin dan operasinya bulan Maret. Jadi memang itu karena kesalahan teknis dan membuat saya jatuh lalu jari telunjuk patah. Sakit sih tapi enggak bikin kapok dan terus saja latihan buat kompetisi selanjutnya. Ya ini jadi pengalaman berharga biar saya lebih hati-hati lagi,” tutup Tiara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here