Jalan Berliku Sapwaturrahman, Ditempa 100 Meter, Berjaya Di Lompat Jauh

0
Sumber Gambar: Bisnis.com

Untuk bisa meraih kejayaan dalam olahraga bagi atlet memang tidak mudah dan instant. Seperti juga yang dirasakan oleh salah satu andalan Tim Indonesia dari cabang olahraga atletik, Sapwaturrahman. Sekarang dikenal sebagai atlet spesialis lompat jauh dan jangkit, siapa sangka di masa remaja, atlet asli Nusa Tenggara Barat ini justru bercita – cita menjadi sprinter.

Seperti dilansir dari Suara NTB, peraih medali emas lompat jauh dan perunggu lompat jangkit di SEA Games 2019 Filipina ini, menceritakan, bahwa sebelum sekarang dia menjadi atlet lompat jauh dan jangkit, ia justru pernah punya prestasi bagus pada nomor lari 100 meter ketika masih berkarir pada kelompok umur remaja dan junior. Tepatnya pada Kejurnas atletik pada 2010-2011.

Tapi diluar dugaan, menginjak senior, Sapwaturrahman justru meraih kejayaan di nomor lompat, baik jauh maupun jangkit.

“Di tahun 2010 hingga 2011 saya selalu mendapat medali emas di nomor lari kejurnas remaja dan junior, tapi di tahun 2015 sampai sekarang saya memilih fokus di nomor lompat jauh dan lompat jangkit. Dan alhamdulillah bisa sumbang emas  dan perunggu di SEA Games 2019,” ucapnya.

Ditarik ke belakang, jatuh cintanya Sapwaturrahman dengan cabor yang disebut sebagai mother of sport ini memang benar – benar dimulai dari nomor lari jarak pendek dan lompat tinggi. Meskipun, justru di awal perkenalannya dengan dunia olahraga, pria kelahiran 15 Mei 1994 ini justru menekuni renang, dan sempat menjadi juara pada Porseni Remaja pada tahun 2009.

Ayah Sapwaturrahman, Sanapiah Arsyad adalah orang pertama yang mengenalkannya kepada dunia olahraga. Sebagai seorang guru olahraga, Sanapiah menjadi pelatih fisik bagi sang putra pada lompat tinggi, lari 100 meter dan renang, ketika Sapwaturrahman masih berusia lima tahun.

Hanya saja, ketika dikenalkan kepada atletik oleh sang ayah, Sapwaturrahman langsung merasa suka dan nyaman. Setelah hampir setahun berlatih di bawah bimbingan ayahnya, atlet yang kini juga diproyeksikan untuk lolos ke Olimpiade Tokyo tersebut, mulai mengikuti kejuaraan usia dini di Sumbawa, dia pun berhasil menjadi juara di kejuaraan renang, dan mendapat peringkat kedua di lompat tinggi.

Sejak saat itulah Sapwaturrahman muda mulai semakin semangat untuk berlatih. Setelah berada i sekolah menengah pertama, ia selalu mendapat panggilan untuk mewakili sekolahnya ikut dalam berbagai kejuaraan. Karena selalu berhasil meraih juara di level provinsi, Sapwa pun mendapat panggilan untuk seleksi atlet PPLP NTB, melalui jalur Porseni pada 2007, dan pada 2008, ia resmi menjadi bagian PPLP NTB.

“Saya berhasil juara dua di nomor lompat tinggi di Porseni tingkat nasional di Jakarta tahun 2007. Dan tahun 2008 dipanggil menjadi atlet PPLP NTB,” kenangnya.

Belum genap setahun jadi bagian dari PPLP NTB, Sapwa dikirim mewakili NTB mengikuti Kejurnas atletik antar PPLP di Jakarta pada 2008. Pada event tersebut ia berhasil meraih juara tiga untuk nomor lompat tinggi.

Disamping berlatih di lompat tinggi, yang kala itu jadi spesialisnya, ternyata Sapwaturrahman juga diberi instruksi oleh pelatih PPLP NTB (Alm) Suratman, agar mencoba berlatih di nomor 100 meter. Rupanya pilihan tersebut tidak salah, karena Sapwa langsung menjadi juara di nomor 100 meter pada Kejurnas atletik antar PPLP pada 2008.

Menyusul prestasi mengesankan tersebut, Sapwa pun langsung mendapat panggilan Pelatnas dari Timnas proyeksi Kejuaraan Remaja Tingkat Asia pada 2009. Hasilnya pada kejuaraan tersebut, Sapwa muda sukses masuk delapan besar Asia.

Selepas kejuaraan Asia Remaja, prestasi Sapwa di nomor lari 100 meter terus membumbung tinggi. Yang membuat publik semakin berdecak kagum, dia berhasil memecahkan rekor nasional remaja dan junior pada 2010, dengan catatan waktu 10.63 detik. Sapwa sukses mematahkan rekor sebelumnya, yang dipegang atlet NTB lainnya, Made Budiasa dengan 10.73 detik.

Masa itu, raihan prestasi Sapwa di level remaja sudah sulit disaingi oleh atlet remaja dan yunior nasional lainnya. Sehingga dia selalu mampu menjadi yang tercepat pada 2010-2011. Namun mulai menjejak level senior, prestasi Sapwa di nomor lari jarak pendek mulai meredup. Ia sulit bersaing dengan pelari – pelari lain, seperti Fadlin dan Iswandi yang menjadi tercepat pada 2012.

Menyadari peluangnya di 100 meter mulai sulit, Sapwaturrahman mulai beralih ke nomor lompat jauh dan tinggi. Harapan mulai muncul dari nomor baru tersebut, ketika Sapwa bertemu dengan pelatih NTB, Arya Yuniawan, yang baru saja mundur dari Timnas pada 2015.

Sehingga mulai 2015, Sapwa pun dilatih oleh Arya Yuniawan, dan duet ini pun mulai membuahkan hasil manis. Pada PON 2016, Sapwaturrahman sukses meraih medali emas di nomor lompat tinggi dan perunggu dari lompat jauh. Disamping, Sapwa juga berhasil mendapat emas bersama tim, di nomor 4 x 100 meter putra.

Selain pada perhelatan PON, Sapwa juga berhasil meraih medali emas di nomor lompat jauh dan perunggu untuk lompat tinggi SEA Games 2019. Sekarang kini dia tengah bersiap untuk mengikuti babak kualifikasi Olimpiade Tokyo, dan membela NTB pada PON 2021 mendatang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here