Tatap Olimpiade, Tim Indonesia Asah Mental di Jakarta International BMX

0
Sumbar Gambar: antaranews.com

Ajang Jakarta International BMX 2020 yang digelar 15-16 Februari 2020 di Jakarta, diharapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bisa menjadi media bagi Tim Indonesia di cabang olahraga BMX untuk mengasah mental mereka, demi bisa menjaga asa lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

“Kalau olahraga tidak ada kompetisi, sebagus apapun latihannya, kemampuan mereka tidak dapat teruji. Dengan kejuaraan seperti ini, tentu ada kesiapan dan harapan bagi mereka untuk peningkatan prestasi,” ujar Zainudin pada Upacara Pengalungan Pemenang Jakarta International BMX Seri 1 & 2 di Sirkuit BMX Pulomas, Sabtu (15/2/2020), seperti dikutip dari Beritasatu.com.

Menpora juga memberikan apresiasi kepada Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI). Karena kejuaraan seperti ini akan menjadi sarana yang tepat bagi banyak pembalap nasional untuk bisa mengasah mental tanding mereka, melawan atlet  – atlet mancanegara.

“Pembinaan usia dini tentu sangat diperlukan agar mereka mulai terbiasa dengan iklim berkompetisi. ISSI aktif menyelenggarakan turnamen baik itu di Jakarta atau daerah lainnya. Oleh karena itu, pemerintah mendukung agar ini bisa terus dilakukan dengan skala yang lebih besar terutama dengan pesaing dari negara lain,” tutur Zainudin.

Dengan semakin banyaknya turnamen yang diikuti, Menpora menaruh harapan besar, agar Tim Indonesia BMX bisa mempersiapkan diri dengan baik, demi bisa meraih tiket lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

“Saya kira target akhir kita adalah Olimpiade. Kejuaraan apapun yang diselenggarakan tujuannya untuk bisa lolos kualifikasi Olimpiade. Saya berharap para atlet bisa lolos kualifikasi Olimpiade,” tutupnya.

Sebagai informasi, kategori yang dipertandingkan di Jakarta International BMX adalah Junior (Men dan Women), serta Elite (Men dan Women). Sementara di hari pertama, atlet – atlet Tim Indonesia masih belum berhasil meraih prestasi terbaik.

Pada ajang yang juga masuk agenda kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia yang menurunkan tiga pembalap terbaiknya Toni Syarifudin, Rio Akbar dan I Gusti Bagus Saputra masih gagal menembus lima besar di babak final.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, pelatih kepala BMX Tim Indonesia Dadang Haris Purnomo menyebut kelelahan menjadi faktor utama anak asuhnya sulit bersaing.

“Saya lihat sepulang dari Australia, anak -anak kondisinya belum fit 100%. Tiga pembalap kita sebenarnya masih sakit. Bagus ada cedera, Toni dan Rio pemulihan dari sakit,” kata Dadang.

Namun Dadang tidak kecewa. Ia justru memandang event ini bisa memberikan dampak positif, khususnya pada mental tanding pembalapnya.

“Di ajang ini anak  – anak bisa bertemu pembalap yang profesional. Sehingga kita bisa mengukur mental dengan maksimal. Ini sangat positif,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here