Tan Joe Hok, Peraih Gelar Pertama All England yang Rendah Hati

0
Tan Joe Hok di final Thomas Cup 1964. Sumber: museummiliterku.blogspot.com

“Selama ada permainan bulutangkis, nama saya tidak akan hilang. Sama saja orang mau melupakan bung Karno juga tidak bisa,” – Tan Joe Hok (Sumber: CNN Indonesia).

Kalimat yang diungkap oleh salah seorang maestro bulutangkis Indonesia tersebut di atas mungkin akan tedengar begitu tinggi. Tapi, jika kita lihat jasa terhadap negara dengan prestasinya yang segudang, kita tentu akan mengakui kehebatannya. Tan Joe Hok, nama itu akan kita selalu dengar, terutama ketika perhelatan turnamen bulutangkis bulutangkis bergengsi All England, digelar setiap tahun.

Di tahun ini, sebanyak 14 nomor akan mewakili Indonesia di turnamen All England. Turnamen berstatus Superseries Premier ini akan digelar tanggal 14 sampai 18 Maret di Arena Birmingham, Inggris. Kejuaran bulutangkis All England merupakan kejuaraan bulutangkis tertua di dunia. Turnamen ini untuk pertama kali digelar di tahun 1899. Turnamen ini mendapat status sebagai turnamen superseries di tahun 2007. Barulah di tahun 2011, turnamen ini diupgrade menjadi turnamen dengan status Superseries Premier.

Dalam sejarah panjangnya itu, atlet bulutangkis Indonesia yang berhasil menjadi juara di All England untuk pertama kalinya adalah Tan Joe Hok di tahun 1959. Pemain kelahiran Bandung ini berhasil juara di nomor tunggal putera setelah mengalahkan rekan senegara, Ferry Sonneville dengan skor 15-8, 10-15, 15-3.

Gelar juara di tahun 1959 tersebut merupakan satu-satunya gelar bagi Tan Joe Hok di All England. Sebenarnya, Pria kelahiran 1937 ini mempunyai kesempatan untuk menambah gelarnya di tahun 1963 di nomor ganda putra bersama Ferry Sonneville. Pasangan ini kalah 10-15, 15-4, dan 15-7 dari pasangan Denmark, Finn Kobbero dan Jorgne Hammergaard Hansen.

Selain menjadi juara di All England, Tan Joe Hok menjadi pahlawan setelah bersama rekan-rekannya membawa Piala Thomas ke Indonesia untuk pertama kali di tahun 1958. Prestasi ini diulanginya di tahun 1961 dan 1964. Di tahun 1962, lagi-lagi peraih penghargaan lifetime achievement dari Flypower dan Inspiro ini mencatatkan diri dalam sejarah setelah menjadi juara Asian Games, saat bulutangkis dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di pesta olahraga Asia yang diselenggarakan di Jakarta tersebut.

“Bangga, karena tidak semua orang bisa seperti ini,” ujarnya, seperti dikutip di situs CNN Indonesia.

Persembahan-persembahan juara dari bulutangkis ditanggapi secara biasa saja oleh Tan Joe Hok. Dengan rendah hati, kepada CNN Indonesia, Tan Joe Hok mengakui sebagai orang biasa saja. “(Saya) orang biasa yang diberkahi Tuhan, sehingga dapat memberikan sesuatu bagi bangsa ini.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here