Selamat Jalan Eduardus Nabunome, Sang Legenda Atletik Tim Indonesia

0
Eduardus Nabunome (Sumber Gambar: https://mediaindonesia.com/)

Dunia atletik Indonesia berduka, setelah salah satu legenda terbaiknya Eduardus Nabunome berpulang pada Senin (12/10/20), pukul 21.21 WIB di RS Medistra Jakarta. Pemegang berbagai rekor atletik dan juga pelatih Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DKI Jakarta ini meninggal karena serangan jantung dan sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

Eduardus mendapatkan serangan jantung, ketika sedang melatih pelari muda di Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno di pekan pertama Oktober kemarin.

Sempat dibawa ke rumah sakit, legenda lari berlevel Asia Tenggara ini mendapatkan perawatan intensif, sebelum akhirnya Tuhan berkehendak lain. Eduardus menghembuskan nafas terakhir dalam usia 52 tahun.

Sebelumnya di 2017 lalu Eduardus memang sudah pernah dirawat di rumah sakit, karena sakit jantung dan juga asam lambung.

Bicara soal prestasi Eduardus Nabunome, memang panjang dan membanggakan. Ia sudah banyak mengukir prestasi, khususnya di olahraga lari.

Bukan hanya di level regional dan nasional, Eduardus sudah sukses melambungkan nama Indonesia di berbagai kancah internasional.Bahkan namanya hingga kini masih menjadi pemegang rekor nasional lari maraton dengan catatan 2 jam 19 menit, dan belum tersentuh pelari manapun hingga sekarang.

Disamping itu, seperti dilansir dari Tirto.id, atlet asli Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut juga mengoleksi berbagai rekor nasional yang lain. Beberapa yang masih belum bisa dipecahkan pelari lain adalah: lari 10 ribu meter jalan raya, rekor nasional junior lari 10 ribu meter trek 30 menit 06 detik, rekor PON lari 5 ribu meter, dan rekor SEA Games Maraton.

Dari ajang SEA Games, Eduardus mampu tiga kali mempersembahkan medali emas bagi Tanah Air Indonesia. Yaitu dari nomor lari 10 ribu meter putra di tiga edisi, 1987, 1989 dan 1991, serta mampu mematahkan dominasi pelari Malaysia ketika itu Subramaniam.

Selain itu, Eduardus juga sukses meraih  medali emas dari cabang lari maraton pada SEA Games 1997, sekaligus mematahkan pelari asal Filipina yang kala itu begitu disegani di Asia Tenggara Hector Bagio.

“Saya berharap dengan prestasi Edo itu bisa menginspirasi kalangan atletik untuk meniru prestasi yang lebih hebat,” kata Mustara Musa Ketua Umum PASI DKI Jakarta, mengenang torehan luar biasa Eduardus Nabunome, seperti dikutip dari Antara via Tirto.id.

“Atlet bisa berlatih lebih giat agar muncul kebangkitan atlet jarak jauh dan marathon baru lainnya. Selain itu kompetisi juga harus tertata dan berjenjang dengan lebih baik,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here