SEA Games 2019 Bakal Jadi Ajang Balas Dendam Perenang Andalan Indonesia Ini

0
I Gede Siman Sudartawa, Sumber: www.rappler.com

Kegagalan memenuhi target pada pentas Asian Games 2018 lalu, membuat I Gede Siman Sudarwata mengalihkan fokusnya ke ajang SEA Games 2019 di Filipina. Perenang andalan Indonesia tersebut sebenarnya diharapkan meraih medali emas di nomor andalannya, 50 meter dan 100 meter gaya punggung. Tetapi pria asal Bali tersebut gagal memenuhi ekspektasi.

Seperti dilansir Detik Sport, Siman mengakui bila dirinya sempat terpuruk usai perheletan empat tahunan tersebut. Namun setelah satu setengah bulan lebih, perenang berusia 24 tahun tersebut merasa sudah lebih tenang.

“Move on sih bisa sih, tapi ya kadang kepikiran, tapi ya sudahlah yang sudah lewat biarkan saja. Next targetnya ya tunggu empat tahun lagi berarti,” ujarnya.

“Saya berusaha berpikir positif. Pokoknya ya next targetnya, tahun depan, SEA Games. Fokus di sana dulu.”

Namun, Kemenpora sempat menyebut atlet elit hanya akan diturunkan pada ajang multievent level Asia dan kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo. Sementara SEA Games yang notabene lebih minim persaingannya, diberikan kepada atlet-atlet junior.

“Iya memang betul. Tapi kalau nggak ada SEA Games harus ada turnamen penggantinya, kalau nggak ada ya tetap fokus di SEA Games,” kata Siman.

“Target saya mungkin kalau kemarin satu emas, tahun depan inginnya dua emas di nomor 100 meter juga dan satu lagi di estafet. Kemarin kan di estafet lumayan kita bisa best time dua detik, tinggal perenangnya masih ada atau enggak,” jelasnya disusul gelak tawa.

Siman menilai usia rekan-rekannya di nomor estafet sudah terbilang telah melewati masa emas. Glenn Victor dan Triady Fauzi, masing-masing telah berusia 28 tahun dan 27 tahun.

Tetapi dari catatan waktu SEA Games 2017 Malaysia, tim estafet Indonesia mencatat waktu 3 menit 40,34 detik. Atau selisih 3,12 detik dengan peraih medali emas asal Singapura.

“Estafet memang waktunya masih Singapura yang pimpin. Di tim kita saja dua orang itu sudah tua. Kalau si Glenn bilang masih ingin lanjut, kalau Triady sih masih bimbang. Sementara pengganti Triady itu waktunya masih jauh. Jadi sebenarnya kami memang masih memerlukan dia,” ungkapnya.

“Di perorangan itu waktunya 51 detik, kalau Triady itu 50 kecil, di estafet bahkan bisa 49 kecil. Kalau yang lain itu di estafet paling 50 gede. 1,5 detik marjinnya, itu jauh,” pungkas Siman.

Sembari menanti kejelasan SEA Games tahun depan, Siman memilih menatap kejuaraan renang Jakarta Open Championship yang akan dihelat mulai 19-21 Oktober. Ini adalah kejuaraan renang pertama di Stadion Akuatik setelah Asian Para Games 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here