Resmi Gantung Raket, Ini Rencana Tontowi Ahmad Selanjutnya

0
Gold medalists Indonesia's Tontowi Ahmad (L) and Indonesia's Liliyana Natsir hold their medals on the podium following the mixed doubles Gold Medal badminton match at the Riocentro stadium in Rio de Janeiro on August 17, 2016, at the Rio 2016 Olympic Games. / AFP PHOTO / GOH Chai Hin

Salah satu pahlawan Indonesia di arena Olimpiade Rio 2016 dari cabor bulutangkis, Tontowi Ahmad akhirnya memutuskan untuk gantung raket. Peraih medali emas di Rio 2016 tersebut telah resmi mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Senin (18/05).

Alasan pria yang akrab disapa Owi ini akhirnya mundur adalah, karena dia merasa sudah tak lagi mendapatkan motivasi besar dalam bulutangkis. Selain secara prestasi juga sudah merasa puas.

“Saya juga ingin lebih dekat dengan keluarga. Saat masih aktif jadi atlet, saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan berlatih dan bertanding. Anak saya mulai protes, karena memang susah sekali mereka bertemu dengan saya,” kata Owi, seperti dikutip dari bola.com.

“Status saya di pelatnas sebagai pemain magang juga menjadi alasan. Saya sudah tidak muda lagi, dan sudah waktunya saya keluar dari pelatnas. Saya sudah mendapatkan medali emas Olimpiade, yang merupakan prestasi tertinggi untuk semua atlet,” imbuh ayah dua anak tersebut.

Medali emas yang diraih Owi di Olimpiade Rio 2016 lalu, didapat bersama Liliyana Natsir pada nomor ganda campuran. Saat itu di partai final, mereka menundukkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/ Goh Liu Ying, dalam dua gim langsung (21-14, 21-12).

“Itu merupakan puncak prestasi saya. Pengorbanan yang saya lakukan untuk mendapatkan gelar itu juga besar. Untuk mendapatkan medali emas itu, saya melakukan persiapan terberat dari semua turnamen yang pernah saya ikuti,” kata pria kelahiran 18 Juli 1987 tersebut.

“Apalagi setelah final Asian Games 2014, tepatnya hampir sepanjang 2015, komunikasi saya dan Ci Butet (Liliyana) jadi sedikit terganggu. Sampai akhirnya kami harus bersiap menghadapi Olimpiade, dan perjuangan itu berakhir dengan medali emas,” ujar Owi.

Disebut Owi, bukan perkara mudah untuk bisa akhirnya melepas status sebagai pemain nasional. Karena memang hampir seluruh hidupnya dihabiskan dalam pelatnas dan arena bulutangkis.

“Saya selalu merasa bangga setiap kali mewakili Indonesia. Saya pengin dikenang sebagai orang yang pernah mengumandangkan lagu Indonesia Raya untuk Indonesia,” kata Tontowi.

Suami dari Michelle Harminc ini mengakui sudah mengantongi berbagai rencana untuk bisa dijalankannya, selepas pensiun dari Timnas. Owi menegaskan ingin mencoba dunia baru yang sama sekali tidak berkaitan dengan bulutangkis.

Hanya saja, dia juga tidak menutup mata, jika memang ada kesempatan untuk kembali bermain di tim profesional.

“Terima kasih kepada PB Djarum yang sudah menjadi rumah saya sejak terjun ke bulutangkis. Terima kasih kepada PBSI yang sudah menaungi saya selama di pelatnas. Terima kasih kepada para pelatih, terutama kak RIchard Mainaky, yang tak pernah bosan membimbing saya selama di pelatnas. Terima kasih kepada teman-teman di pelatnas, terutama ci Butet, yang sudah menjadi partner saya dan bersama meraih prestasi membanggakan,” ujar Owi lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here