Renang Ajukan Dispensasi Kepada Menpora 

0
Sumber Gambar: Tirto.id

Di Tengah masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) memastikan tidak akan menggelar Pelatnas. Karena, untuk renang memang tidak bisa melakukan latihan secara online seperti yang diadakan oleh cabor lain.

Hingga sekarang memang cabor renang menemui kendala dalam menggelar Pelatnas dikarenakan terhalang peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pelatih renang Timnas Indonesia David Armandoni mengatakan bahwa atletnya akan bisa mengalami penurunan performa jika tidak turun langsung ke kolam.

“Kami kesulitan latihan renang karena tak ada kolam. Kalau memungkinkan apakah bisa dibuat protokol khusus untuk renang,” kata David seperti dilansir dari Medcom.

“Sehingga kami bisa berlatih kembali. Sebab tak mungkin kami latihan lewat Zoom (aplikasi webinar). Kami harus menyentuh air,” sambung David.

Usulan untuk renang bisa mendapat dispensasi dalam Pelatnas di situasi PSBB pun dikemukakan pihak PRSI. Terhadap permintaan dari cabor renang tersebut, Kemenpora pun langsung mengamini. Menpora Zainudin Amali pun memberikan masukan, agar PRSI bisa segera mengajukan permohonan rekomendasi untuk bisa menggelar Pelatnas kepada Kemenpora.

“Silakan masukkan permohonan dengan disertai permintaan tentang latihan dan perencanaan-perencanaannya. Ini penting supaya kami bisa lihat benar-benar terjaga atau tidak. Jika tidak, ya tak akan diizinkan oleh gugus tugas,” tutur Menpora.

Hanya, Menpora Zainudin tetap memberikan garis besar, bahwa PRSI harus bisa benar – benar menjalankan protokol kesehatan dan keamanan, jika memang nanti rekomendasi dan dispensasi sudah diberikan. Salah satu protokol yang penting dipatuhi oleh renang, adalah tidak menggelar aktivitas lain di luar Pelatnas.

“Memang kita tahu di kolam renang virus tak akan masuk karena ada komposisi kimia di air sehingga menetralisir air dan saya kira itu aman. Tapi aman yang kami maksud adalah bukan hanya di air, tapi ketika si atlet datang, kemudian ke loker atau kamar mandi dan sebagainya juga,” ungkap Menpora.

“Jika itu bisa dipatuhi seperti di luar negeri misalnya atlet datang sudah dengan pakaian renangnya, masuk air, dan tak mampir kemana-mana termasuk ke loker. Mungkin PRSI bisa membuat surat ke Kemenpora. Sama seperti angkat besi dan bulu tangkis,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here