Rahmat Hidayat Pebulutangkis Junior Yang Buru Gelar Juara Asia dan Dunia

0
Sumber Gambar: https://sport.detik.com/

Tim Indonesia memang hampir tidak pernah kehilangan potensi baru dari cabang olaharaga bulutangkis. Setiap tahun, selalu muncul bibit baru yang menjanjikan dari salah satu olahraga paling merakyat di Tanah Air ini.

Pebulutangkis debutan yang kini mulai muncul ke permukaan, salah satunya adalah Rahmat Hidayat. Bahkan atlet junior yang baru masuk pelatnas di awal 2020 ini punya asa tinggi, dengan mematok target di kejuaraan Asia Junior Championship (AJC) dan World Junior Championship (WJC).

Rahmad Hidayat, merupakan salah satu atlet binaan dari PB Djarum. Atlet kelahiran Batam 2003 ini, bersama Pelatnas Cipayung, langsung mendapat kepercayaan untuk bertanding di dua nomor sekaligus, yaitu ganda campuran dan ganda putra. Pada ganda putra, Rahmat berkesempatan berduet dengan rekan satu klubnya, Muhammad Rayhan Nur Fadillah.  Pada 2019 lalu pasangan Rahmat/ M Rayhan berhasil mencatatkan prestasi mengejutkan, dengan menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Kemudian di sektor ganda campuran, Rahmat dipasangkan dengan Febi Setianingrum.

Masih dari tahun 2019, Rahmat berhasil membukukan namanya sebagai pebulutangkis muda yang berhasil meraih gelar juara terbanyak sepanjang tahun, dengan 12  gelar. Prestasi tersebut didapatnya bukan hanya dari kejuaraan dalam negeri, namun juga dari turnamen internasional. Meskipun sudah bertabur gelar, namun Rahmat masih menyimpan target bisa menjuarasi AJC dan WJC.

“Ya, harapan saya sih bisa jadi juara di AJC dan WJC. Memang nggak mudah sih, apalagi tahun ini baru naik level ke taruna. Pastinya banyaklah yang harus dilatih lagi.,” ucap Rahmat seperti dikutip dari Indosport.com

“Di PBSI ini juga saya masih pemain magang jadi harus bisa memanfaatkan kesempatan dan jangan disia-siakan saja,” jelas Rahmat Hidayat.

Walaupun statusnya masih magang, namun di awal 2020 ini Rahmat juga sudah dipercaya untuk berjuang di tiga turnamen Eropa. Beruntung, pada nomor ganda putra Rahmat/Rayhan berhasil menembus babak final di tiga turnamen Eropa. Hanya saja pada kejuaraan Itala Junior keduanya batal tampil karena pandemi Covid-19. Sementara di Dutch Junior International, Rahmat/ Reyhan berhasil keluar sebagai yang terbaik.

Hanya saja pada German Junior International Grand Prix (GP) Rahmat/Reyhan harus puas sebagai runner-up dan harus memendam asa meraih gelar kedua di Benua Biru.

“Dibilang puas ya nggak juga sih, maunya tuh bisa juara juga di German Juniornya. Tetapi kita tetap bersyukur dengan hasil ini. Sekaligus dapat pengalaman dan tambah pengalaman juga,”

“Kita bisa lihat kemampuan lawan-lawan juga. Pastinya banyak ya harus diperbaiki ke depannya, khususnya konsinten dan fokus di lapangan”, ujar Rahmat.

Selain itu, meski sudah bertemu banyak penantang hebat di tiga turnamen bulutangkis Eropa, Rahmat Hidayat merasa kurang lantaran sang musuh besar, China, tidak berpartisipasi. Menurutnya, mereka adalah lawan yang patut diwaspadai saat AJC dan WJC nanti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here