Punya Peluang Lolos Olimpiade, Nurul Iqamah Dituntut Harus Kerja Keras

0
Sumber Gambar: asiangames.tempo.co

Tantangan berat untuk bis lolos ke Olimpiade Tokyo 2021 dihadapi para climber andalan Tim Indonesia. Pasalnya dari zona Asia, hanya diberikan kuota lolos untuk dua atlet saja.

Dimana hal ini menunjukkan bahwa atlet panjat tebing asal NTB yang kini masuk dalam Pelatnas Federasi Panjat Tebing Indonesia Nurul Iqamah harus berjuang dengan tenaga ekstra untuk bisa raih tiket Olimpiade.

”Memang berat persaingannya. Tidak hanya lawan atlet negara lain. Tapi Nurul juga bersaing dengan rekannya sesama atlet Indonesia,” ujar Pelatih Panjat Tebing NTB Ari Purnomo, seperti dikutip dari jawapos.com.

Tiket ke pesta olahraga sejagad empat tahunan tersebut akan diperebutkan hanya dalam satu kejuaraan. Kejuaraan tersebut, harusnya diselenggarakan di Jepang pada 2020 ini. Hanya karena pandemi Covid-19, event tersebut masih ditunda hingga batas yang belum dipastikan.

Dalam kejuaraan tersebut diprediksi Ari Purnomo, para atlet dari Korea Selatan, China dan Iran yang akan menjadi pesaing berat Tim Indonesia.

“Kalau dilihat Jepang paling berat. Tapi, Jepang sudah lolos sebagai tuan rumah Olimpiade,” ulasnya.

Lebih dalam Ari menerangkan, untuk Olimpiade sendiri, sejatinya Nurul justru punya kans paling besar bisa raih tiket lolos, dibanding pemanjat putrid Tim Indonesia lainnya. Lantaran nomor yang diperlombakan di Olimpiade, yaitu combined, merupakan nomor spesialis dari Nurul.

“Dari enam atlet putrid yang dipanggil Pelatnas, lima atlet spesialisasi nya di nomor speed,” ucap Ari.

Dengan ketatnya peta persaingan tersebut, Nurul harus benar- benar bisa memaksimalkan nomor speed. Karena Nurul sebenarnya sudah punya kelebihan dibanding atlet lain, yaitu pada nomor boulder dan lead.

“Combined itu adalah gabungan dari tiga nomor tersebut. Sekarang, tinggal dimatangkan yang masih  – masih kurang saja,” bebernya

Pada Olimpiade Tokyo, hanya ada dua medali emas yang diperebutkan, yaitu emas di kategori putra dan putrid. Hal tersebut karena baru di Olimpiade Tokyo, panjat tebing secara resmi dipertandingkan di pesta olahraga tersebut.

Olimpiade berikutnya, memang baru direncakan akan menambah nomor tanding, menjadi empat nomor, yaitu speed, boulder, lead dan combined,” pungkas Ari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here