Persiapan TC Menuju Olimpiade Tokyo, Atlet BMX Indonesia Jalani Swab Test

0
Sumber Gambar: https://www.mainsepeda.com/

Atlet balap sepeda Indonesia yang turun di nomor BMX,direncanakan akan menggelar pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Yogyakarta. TC ini dihelat dalam rangka persiapan Olimpiade Tokyo 2020, yang jadwalnya bergeser ke tahun 2021 akibat pandemi Covid-19.

Rencana tim BMX Indonesia akan mengikuti babak kualifikasi Olimpiade terlebih dahulu, demi meraih tiket menuju pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

Guna memastikan kondisi para atlet sebelum fokus dalam program Pelatnas, Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) menggelar  swab test, yang diikuti seluruh atlet BMX calon peserta TC.

Menurut salah satu atlet bmx Indonesia, I Gusti Bagus Saputra, baha selama pandemi, ia bersama tim BMX Indonesia selalu berupaya keras menerapkan standar ketat protokol kesehatan.

“Selama pandemi kami di nomor BMX tetap jalan terus dengan persyaratan dari kemenpora harus menjalani protokol pemerintah,” kata Bagus, seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Ditambahkan peraih medali emas BMX di SEA Games 2017 Kuala Lumpur ini, bahwa setiap kali berlatih, mereka akan menjalankan prosedur khusus, untuk memastikan kesehatan dan kebersihan.

“Kami jadi setiap latihan harus menjalani protokol kesehatan seperti pakai masker, membawa hand sanitizer kemana-mana dan konsumsi vitamin juga,” sambungnya.

Terkait persiapan menuju kualifikasi Olimpiade Tokyo, Bagus menerangkan bahwa latihan tetap berjalan normal sesuai program, meskipun dalam situasi pandemi Covid-19.

Latihan keras tetap dijalani Bagus, karena menurutnya saat ini Tim Indonesia punya peluang besar untuk bisa menembus babak kualifikasi dan tampil di perhelatan Olimpiade Tokyo 2021. Pasalnya, saat ini tim BMX Indonesia ada di peringkat 19, dan mereka butuh berada di peringkat 11 untuk bisa lolos ke Olimpiade Tokyo.

“Peringkat kami itu sekarang ada di 19 harus bisa geser 4 atau enam negara gitu baru kami bisa lolos ke Olimpiade.” ucap Bagus.

Bagus juga menilai, bahwa kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo saat ini lebih ketat. Karena adanya pengurangan kuota atlet BMX jika dibandingkan dengan Olimpiade periode sebelumnya di Rio 2016.

“Soalnya di Olimpiade besok berbeda dengan Olimpiade pas di Rio (de Janeiro) kemarin karena ada pengurangan khususnya di nomor elite men. Waktu itu kuota 32 kan untuk cowok sekarang kalau tidak salah 24,” jelas rider BMX peraih juara di ajang BMX National Championship 2020 tersebut.

Sebagai informasi, Tim Indonesia seharusnya sudah mengikuti empat seri balapan yang diadakan di Indonesia, yaitu Kejuaraan Asia BMX dan Kejuaraan BMX C-1 di Jakarta dan Kejuaraan BMX C-1 dan Hors Class di Banyuwangi.

Hanya saja akibat pandemi Covid-19,semua gelaran kejuaraan tersebut mengalami penundaan jadwal, hingga waktu yang belum bisa mendapat kepastian.

Begitu juga dengan berbagai event BMX yang digelar di luar negeri, seperti BMX World Cup di Amerika Serikat dan Argentina pada Mei 2020, BMX World Championship Juni 2020, dan BMX C – 1 World Cup di Amerika Serikat, yang ke semuanya masih digodok jadwal perubahannya oleh Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here