Perhatikan Prestasi, Kemepora Kembali Hidupkan Program ‘Bapak Angkat’ Bagi Cabor

0
Sumber Gambar: Kompas.com

Ajang olahraga terbesar se Asia yakni Asian Games dan juga Asian Para Games membawa dampak positif bagi setiap pihak sperti halnya pihak sponsor. Hasil positif yang diraih Indonesia di dua ajang bergengsi tersebut membuat pihak sponsor cukup senang hingga menumbuhkan kepercayaan yang cukup tinggi.

Melihat hasil positif tersebut, pihak Kemenpora akan kembali memprogramkan “bapak angkat” bagi cabang-cabang olahraga melalui kerjasama dengan Kementerian BUMN berupa pola kemitraan publik-swasta. Program bapak angkat ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi melalui kesinambungan pembinaan cabang olahraga.

“Model kerjasama itu bisa saja berupa penunjukkan langsung seperti cabang catur Percasi dengan Taspen ataupun dengan penandatanganan nota kesepahaman,” kata Sesmenpora, Gatot S. Dewa  dilansir dari tempo.co (30/10/18).

Jumlah badan usaha yang berminat untuk mendukung penuh cabang olahraga menurut pihak Kemenpora datang dari pihak BUMN dan badan usaha wisata. Lebih lanjut Gatot mengatakan Kemenpora telah memiliki badan layanan umum yaitu Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) sehingga memungkinkan pendanaan bagi cabang-cabang olahraga.

“Kalau hanya mengandalkan BUMN, dana mereka terbatas. Tapi, Kemenpora ada badan layanan umum yang memungkinkan anggaran tidak akan masuk dalam pendapatan negara bukan pajak. Dana dari badan layanan umum akan dapat digunakan kembali untuk kepentingan cabang olahrag,” kata Gatot.

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menganggarkan sebesar Rp 500 miliar untuk pembinaan atlet-atlet pemusatan latihan nasional jelang SEA Games 2019, ASEAN Para Games 2019, serta kualifikasi Olimpiade 2020.

“Tentu kami ingin jumlah anggaran pembinaan dapat seperti Asian Games yaitu mencapai Rp735 miliar. Tapi, tentu jumlah nomor pertandingan SEA Games berbeda dengan Asian Games,” kata Gatot lagi.

Gatot menambahkan, Indonesia tidak dapat ditargetkan menjadi juara umum SEA Games 2019 meskipun telah menempati peringkat empat dalam Asian Games 2018.
“Hitungan kami tidak juara umum karena sebanyak 30 persen cabang olahraga dalam Sea Games menjadi ranah tuan rumah.” tutup Gatot.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here