Penyebab Sulitnya Bulutangkis Beregu Indonesia Bersaing di Kancah Internasional

0
Sumber Gambar: Viva.co.id

Menjadi seorang pebulutangkis Indonesia bukanlah perkara mudah, perlu perjuangan keras dalam latihan dan juga tentunya dukungan yang luar biasa dari orang sekitar. Khusus untuk di sektor nomor beregu baik putra dan putri menajdi sorotan utama bagi para pengurus cabor.

Apalagi beberapa waktu belakangan ini prestasi bulutangkis Indonesia di ajang beregu kurang  begitu mengesankan. Kegagalan tim bulutangkis Indonesia di Piala Thomas-Uber juga Piala Sudirman menajdi sorotan publik Tanah Air.

Oleh karenanya di ajang Superliga Junior yang diselenggarakan di Magelang 16-21 Oktober 2018, pihak penyelenggara akan mencoba mencaro serta membangun pengalaman pemain muda dalam pertandingan khususnya di sektor beregu.

“Penting ada kejuaraan beregu, salah satunya untuk penilaian. Main beregu beda sama perorangan, nantinya kita bisa menilai dan tak seperti beli kucing dalam karung untuk memilih skuat dalam kejuaraan beregu kayak Piala Thomas-Uber, Piala Sudirman, SEA Games, Asian Games. Seperti modal dalam memilih tim,” ungkap Imelda Wiguna yang juga merupakan Ketua Harian PB Jaya Raya Jakarta dilansir dari viva.co.id (02/10/18).

Lebih lanjut mantan juara All England 1979 itu mengatakan jika kejuaraan beregu juga sulit diprediksi. Ada faktor faktor non teknis yang bisa mengacaukan suasana saat berlaga.
“Kejuaraan beregu juga sulit diprediksi, meski sudah membayangkan head to head dari nama-nama. Tapi tetap ada faktor non teknis contohnya kekompakan tim,” tegas juara ganda putri dan campuran All England 1979 itu.

Sementara mantan pebulutangkis Indonesia, Yuni Kartika mengatakan kejuaraan kali ini juga akan menjadi pengalaman yang baik bagi pemain. Mereka bisa mencari pola bermain yang cocok saat diturunkan di sektor beregu. Selain itu, mental mereka saat bermain akan semakin terasah.

“Semakin muda bisa main beregu, semakin baik. Karena pengalaman main beregu sangat jarang, kejuaraannya sedikit. Degan sistem Thomas-Uber bakal jadi bekal pemain muda naik ke kelas berikutnya. Mental mereka nanti terbiasa di level beregu yang lebih sulit,” beber Yuni Kartika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here