Penundaan Olimpiade, Dimanfaatkan Karate Untuk Genjot Prestasi

0
Sumber: Media Indonesia

Pengurus Besar Federasi Karate-Do Indonesia (PB FORKI) akan memanfaatkan situasi Olimpiade 2020 Tokyo yang ditunda, untuk bisa meningkatkan kemampuan dan prestasi segenap atletnya.

Karena, penundaan akibat pandemi virus covid-19 tersebut hingga setahun ke depan, dinilai oleh FORKI memperbesar peluang mereka bisa lolos ke Olimpiade semakin besar. Untuk bisa meraih tiket ke Tokyo, karateka Indonesia harus mengikuti ajang kualifikasi terlebih dahulu di Paris Prancis.

PB FORKI akan langsung berusaha meningkatkan intensitas program latihan, untuk menyambut babak kualifikasi yang direncanakan akan diadakan pada 26-28 Juli 2020 tersebut. Untuk bisa mengamankan slot Olimpiade, karateka Tim Indonesia minimal harus bisa menempati posisi empat besar di ajang kualifikasi.

“Menghadapi Olimpiade tahun depan, ada hal positif yang bisa kami manfaatkan supaya bisa meraih kuota itu,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Forki, Djafar Djantang, seperti dikutip dari Medcom.

 “Karena itu kami dan tim pelatih menyiapkan program untuk atlet di daerah masing-masing. Untuk mereka ikuti dan bisa dipantau dari pusat,” sambungnya.

Babak Kualifikasi Olimpiade untuk karate pada awalnya akan diadakan pada 8-10 Mei. Tapi karena virus covid-19 yang masih mewabah, kualifikasi harus diundur, begitu pula dengan jadwal Olimpiade.

HIngga saat ini, posisi karateka Tim Indonesia masih belum ada yang mampu menempati 10 besar dunia. Peluang paling besar atlet karate Indonesia untuk bisa lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, saat ini hanya dimiliki Ahmad Zigi Zaresta, yang sementara ada di posisi 24 besar dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here