Pengalaman Berharga Triyaningsih di Olimpiade 2012 London

0
Sumber: bola.net

Atlet lari jarak jauh Tim Indonesia Triyaningsih menyebut, dia sangat bersyukur pernah berpartisipasi dalam Olimpiade 2012 di London. Menurutnya, bertanding di kejuaraan level dunia tersebut mampu memberikan pengalaman berharga yang sangat berguna dalam perjalanan karirnya.

Triyaningsih menuturkan, saat itu dia mau tidak mau harus bersaing dengan deretan atlet lari level top dunia, dan gagal finish di urutan terdepan.

Triyaningsih bertanding di Olimpiade London 2012, melalui nomor maraton. Ketika itu, usianya baru menginjak 25 tahun. Triyaningsih mengenang, rute maraton di Olimpiade 2012 London, sangatlah menarik, karena melewati berbagai situs bersejarah yang ada di Inggris. Tapi, karena faktor cuaca di Negara Ratu Elizabeth yang mudah berubah, sehingga menjadi ganjalan bagi dirinya untuk bisa bersaing ketat.

“Saya bisa bertanding melawan seluruh atlet elite dunia. Apalagi memang lokasinya di London itu sangat bagus dan kami melewati situs-situs bersejarah mereka. Misalnya Buckingham Palace, St Paul’s Cathedral, jam Big Ben, dan lainnya sehingga seru,” kata Triyaningsih seperti dilansir dari bola.com

“Ketika itu rutenya memutar enam kali lintasan dan kalau di London cuacanya susah ditebak, terkadang hujan, terus reda, dan berangin.

Jadi ketika itu baju saya basah, kering lagi, dan banyak yang tidak finis karena cuacanya ekstrem,” ucap Triyaningsih.

Menurut atlet yang kini menapaki usia 32 tahun tersebut, postur tubuh sebenarnya bukan masalah dalam persaingan lari maraton level dunia. Triyaningsing yang berpostur 147 cm, sama sekali merasa tidak menemui ganjalan dari sisi postur.

“Secara postur memang ada sedikit perbedaan. Namun, saya tidak mempermasalahkan itu karena yang penting fokus latihan dan memang ada trik khusus untuk atlet pendek, yakni harus memiliki daya tahan tubuh yang kuat,” ucap Triyaningsih.

Dalam pertandingan tersebut, Triyaningsih akhirnya mengakhiri lomba dengan finish di peringkat ke-84, dengan waktu 2 jam 41,15 menit. Olimpiade London sendiri menjadi satu – satunya arena Triyaningsih berpartisipasi dalam pesta olahraga paling elit di muka bumi tersebut.

Gagal meraih prestasi emas di Olimpiade, bukan berarti seorang Triyaningsih minim prestasi. Karena dia memang dikenal sebagai atlet lari terbaik yang pernah dimiliki Merah Putih.

Salah satunya di level SEA Games. Dalam lima edisi pesta olahraga Asia Tenggara yang pernah diikuti Triyaningsih. Ia mampu membawa pulang 10 medali emas.

Keberhasilan Triyaningsih di SEA Games diraih dari tiga nomor lomba. 5000 meter, 10.000 meter dan marathon. Salah satu pencapaian terbaik Triyaningsih ada di SEA Games 2011, dengan berhasil menggondol tiga medali emas dari tiga nomor tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here