PBSI Tetap Pantau Pembinaan Nasional Lewat Sirnas 2020

0
Sumber Gambar: Dok PBSI

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan terus lakukan pemantauan atlet berbakat dan berkualitas. Salah satunya adalah lewat sirkuit nasional, yang musim ini akan digelar langsung di delapan kota di seluruh Indonesia.

“Ada dua hal yang akan kami lihat. Pertama, bagaimana perkembangan bulutangkis secara merata, karena sirkuit nasional nantinya akan jadi alat ukur menyusun rangking nasional, karena dari sana kita akan menentukan atlet yang dikirim ke level internasional,” kata Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiarto, seperti dilansir dari Kantor Berita Antara.

Dikemukakan Achmad Budiarto Sirkuit Nasional (Sirnas) merupakan cara membangun regenerasi atlet nasional.

Menurutnya, di tahun 2020, akan ada delapan seri Sirnas, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jambi, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan dan Bali.

“Yang perlu kita sampaikan, bahwa agar para atlet nasional paham, bahwa Sirnas adalah bagian penting dari organisasi olahraga, karena intinya kita ada tiga poin utama, yaitu pembinaan, kompetisi dan organisasi. Sirnas ini adalah manifestasi dari kompetisi,” ungkap Achmad Budiarto.

Selama lebih dari satu dasawarsa, Kejuaraan Sirnas telah menjadi tolak ukur bagaimana kompetisi dan sistem pembinaan bagi atlet muda khususnya, dengan menggunakan sistem poin yang berjenjang. Pada penghujung kompetisi, atlet dengan poin tertinggi, akan dijadikan atlet nasional.

Sirnas, merupakan kejuaraan nasional utama yang digunakan referensi prestasi dan pembinaan bulutangkis nasional. Dalam satu tahun PB PBSI akan memberikan kejuaraan dengan sistem poin dalam lima seri Sirnas. Sedangkan yang menjadi juara dengan poin tertinggi, akan mendapat tiket untuk bisa langsung lolos menghuni pelatihan nasional (Pelatnas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here