PB PASI Tetap Optimis Tambah Slot Olimpiade, Meski Atlet Latihan Dari Rumah Saja

0
Sumber Gambar: bola.kompas.com

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kini mengalami tantangan baru, pasca keputusan memulangkan seluruh atlet mereka dari pelatnas, sejak Maret lalu. Program latihan mandiri dari rumah, dinilai PB PASI tidak berjalan efektif.

Menurut Sekretaris Umum PB PASI Tigor M. Tanjung efektivitas tersebut tidak bisa dicapai karena minimnya ruang berlatih dan perlengkapan pendamping yang bisa diakses oleh atlet selama mereka di rumah.

“Mereka tidak bisa berlatih normal di kampung halamannya, kalau pun ada stadion mereka tidak bisa menggunakannya karena ditutup,” kata seperti dilansir dari Tempo.co..

“Di tempat asal mereka juga ada yang sudah memberlakukan PSBB atau bahkan berada di zona merah, sehingga ruang gerak untuk latihan jadi sangat terbatas,” ujarnya menambahkan.

Tigor menyebut, kondisi ini patut mendapatkan perhatian sendiri. Karena jika terus berlanjut, bisa dipastikan akan berdampak kepada kurang maksimal nya performa atlet, ketika nanti berlaga di kualifikasi Olimpiade, ataupun event lain yang akan digulirkan pada 2021.

“Kami sudah bayangkan jika nantinya pelatnas 2021 akan berjalan tidak terlalu baik kalau hanya mengandalkan model latihan seperti sekarang,” katanya menegaskan.

Pandemi Covid-19 yang kini melanda Indonesia, berakibat 70 atlet Pelatnas yang sebelumnya disentralkan berlatih di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, terpaksa dipulangkan.

Akhirnya banyak atlet pun dengan terpaksa tetap menjalankan program latihan dengan latihan seadanya dan peralatan yang minim, dan pengawasan tidak maksimal dari pelatih secara jarak jauh.

Salah satunya adalah sprinter Lalu Muhammad Zohri. Atlet yang sudah mengunci satu tiket ke Olimpiade Tokyo ini, sekarang berlatih hanya di halaman rumah, atau pantai dengan peralatan pribadi yang dia miliki.

Walaupun menghadapi kenyataan bahwa kondisi saat ini sedang terbatas, namun PB PASI terus memotivasi dan berupaya keras agar tetap bisa meningkatkan performa para atletnya. Dengan target menambah slot di Olimpiade yang diundur ke tahun 2021.

“Yang pasti kan Zohri, tapi kami juga coba meloloskan yang lain juga. Untuk (pertandingan) kualifikasinya kami belum tahu akan diikutkan yang mana karena kalender pertandingan juga belum jelas,” tutur Tigor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here