PB PASI Jadikan Borobudur Marathon Media Kompetisi Para Atlet Tim Indonesia

0
Sumber Gambar: Borobudur Marathon 2018. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Event marathon tahunan Borobudur Marathon yang akan segera digelar, akan dijadikan Pengurus Besar  Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) sebagai ajang untuk trial kemampuan para atlet nasional di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung, event ini akan sangat berharga bagi para atlet, mengingat hampir selama lima bulan terakhir para atlet PB PASI sudah vakum dari kegiatan kompetisi karena pandemi.

“Ini menjadi kesempatan bagi atlet nasional untuk menjajal kemampuan.Saat ini tidak ada pertandingan untuk menguji kemampuan mereka,” ujar Tigor, dilansir dari Solopos.com

Apalagi ditambahkan Tigor, hingga akhir Desember 2020 hampir dipastikan sudah tidak ada lagi event atletik, baik di skala nasional maupun internasional.Kondisi ini membuat para atlet Tim Indonesia tidak punya kesempatan untuk menguji kemampuan yang ditempa dalam latihan selama ini.

Bahkan menurut Tigor atlet sekelas Lalu Zohri yang sudah memegang tiket Olimpiade pun kini tidak punya kesempatan untuk berkompetisi  dalam sementara waktu ini.

“Kami sangat berterima kasih kalau Borobudur Marathon tetap diselenggarakan,” imbuh Tigor.

Borobudur Marathon sendiri rencana akan digelar pada 15 November mendatang. Namun berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya, event tahunan ini mendapat beberapa penyesuaian, mengadaptasi kebiasaan baru pada situasi pandemi Covid-19.

Selain tidak adanya atlet – atlet dari luar negeri seperti tahun- tahun sebelumnya, Borobudur Marathon pada tahun ini juga digelar secara semi virtual. Dalam artian ada sebagian peserta yang memang berlari sesuai rute standar di sekitaran Candi Borobudur, namun sebagian besar peserta lainnya bisa berlari dari mana saja, kemudian mengirimkan rekaman larinya kepada panitia.

Untuk peserta yang diperbolehkan berlari di rute, adalah peserta dari level elite, yang mana peserta untuk level ini, adalah atlet – atlet nasional yang telah dipilih oleh PB PASI.

“Dengan tetap dilaksanakan [Borobudur Marathon], harapannya spirit berlari masih ada. Event-nya tidak hilang. Selain itu, ini menjadi cara untuk adaptasi kebiasaan baru. Apa yang baru? Ya pesertanya jadi sedikit, lari secara virtual, dan lain-lain,” ucap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here