Para Pelatih Pelatnas, Ungkap Imbas Pandemi Berkepanjangan Terhadap Atlet

0
Sumber Gambar: Bolasport.com

Adanya isolasi dan pengetatan wilayah selama pandemi Covid-19 rupanya mulai memberikan dampak kepada para atlet Tim Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam dialog virtual yang digelar KONI Pusat bersama beberapa pelatih cabang olahraga, Senin(29/09), di Jakarta.

Disampaikan oleh pelatih angkat besi Dirja Wiharja dalam pertemuan tersebut, bahwa Pelatnas di federasi nya sudah digelar sejak Januari 2020. Dia mengakui bahwa isolasi ketat yang diterapkan selama ini, membuat 14 atlet penghuni Pelatnas angkat besi, sekarang mulai mengalami kejenuhan. Karena para lifter memang tidak diizinkan keluar dari pusat pelatihan di Kwini.

Penerapan isolasi ketat, juga dilakoni oleh bulutangkis. PBSI juga melarang seluruh atletnya untuk bisa keluar dari mes tanpa alasan yang jelas. Begitu juga panahan,  yang hanya mengizinkan atlet Pelatnas mereka pergi dari tempat latihan dan penginapan.

Hanya demi mengatasi kejenuhan, Pelatih Panahan Permadi menyiasati dengan, pada November 2020 mendatang, Pelatnas akan diboyong ke Yogyakarta, demi memberikan suasana baru kepada para atlet yang sedang dipersiapkan untuk Olimpiade Tokyo 2021 tersebut.

Sedangkan dari bulutangkis, Pelatih Felix Bayu menyampaikan bahwa Pelatnas di Cipayung masih terus berjalan, bahkan nyaris tidak ada libur, demi bisa memompa kemampuan para pebulutangkis terbaik Indonesia. Tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Rapid  tes digelar setiap bulan dan baru saja dilakukan Swab test”, terangnya. Hasil tesnya, semuanya orang di Pelatnas negatif Covid-19.

Tes bagi atlet, tidak saja dilakukan oleh bulutangkis, beberapa induk olahraga seperti atletik, angkat besi, tenis, tinju, dan yang lain juga melakukannya. Semua federasi tersebut sudah menggelar tes bagi atlet, dan hasilnya, semua bebas dari Covid-19.

Selain membuat atlet jenuh, beberapa pelatih juga menilai, bahwa pandemi Covid-19 juga memberikan dampak bagi perkembangan prestasi atlet Tim Indonesia.

Dengan adanya pandemi saat ini, hampir seluruh cabor di dunia mengalami penundaan dan pembatalan event. Dampaknya pun sangat dirasakan cabor – cabor di Indonesia. Seperti diungkapkan oleh pelatih Taekwondo Andi Cahyadi.

“Kendala  Pelatnas saat ini adalah tidak adanya teman sparring dan tidak ada event”, katanya.

Sementara pelatih bola voli, Agus Abdul Karim, Skateboard, Charles Wijaya dan pelatih balap sepeda Dadang Haries Poernomo berpendapat, bahwa berbagai event yang terhenti membuat mereka tidak bisa menilai dan mengevaluasi perkembangan para atlet yang selama ini hanya berlatih saja.

“Kendala saat ini adalah terhentinya semua event, kami  tidak dapat melakukan try out atau try in”, ungkap Dadang Haries Poernomo, diamini sejumlah rekannya.

Olahraga selancar juga prihatin dengan berbagai penundaan event. Meski begitu, menurut pelatih Tipi Jabrik, saat ini atlet selancar juga masih memiliki satu peluang lolos ke Olimpiade Tokyo, jika mampu meraih poin di Kejuaraan El Salvador

“Kami memiliki kesempatan terakhir kirimkan satu atlet, main shortboard  di El Salvador”, katanya.

Hanya saja, saat ini kata Tipi pihaknya masih kesulitan mendapatkan visa untuk bisa pergi ke negara Amerika Latin tersebut.

Selanjutnya, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman merespon hal tersebut, dengan berpesan kepada seluruh cabor, agar bisa memprogram ulang pembinaan dan latihan, demi bisa menjaga performa puncak atlet ketika event kembali bisa digelar. Ia juga meminta cabor yang saat ini sedang berjuang di kualifikasi Olimpiade, atau atletnya sudah lolos, untuk bisa terus menerapkan sport science  secara maksimal.

Marciano pun mengatakan agar semua cabor, beserta jajaran atlet dan pelatih agar tetap bersemangat di tengah pandemi ini.

“Selalu berpikir bagaimana mencari peluang mengantar atlet menjadi juara”, pesannya.

“Ingatkan agar kejenuhan  atlet tidak menurunkan mental mereka”, pungkas Norman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here