Menpora Gratiskan Pelatnas SEA Games 2019 di GBK

0
Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. (Antara/Sigid Kurniawan/Medcom.id)

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, memastikan penggunaan fasilitas olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, tidak akan dipungut biaya alias gratis.

Dilansir dari CNN Indonesia, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) jelang SEA Games 2019 di Filipina. Untuk kegiatan lain yang digunakan secara profesional oleh masyarakat umum atau klub olahraga, pria asal Madura tersebut meminta mereka untuk berkomunikasi secara langsung dengan pihak pengelola.

“GBK untuk pelatnas bisa digunakan. Selagi dikelola PPK GBK maka bisa dipakai untuk pelatnas dan itu gratis, tidak berbayar, asal itu pelatnas [SEA Games 2019],” ungkap Imam.

Imam memastikan anggaran untuk kembali menggelar pelatnas SEA Games 2019 masih tersedia. Sebab, anggaran tersebut telah disetujui awal tahun ini dan termasuk persiapan jangka panjang untuk Olimpiade 2020 Tokyo.

“Anggaran [pelatnas] ada, karena yang kemarin berlaku untuk 12 bulan. Jadi pelatnas tidak boleh jeda. Seperti voli jangan diistirahatkan, cukuplah tim bola voli setelah Asian Games istirahat, sekarang panggil lagi untuk pelatnas, toh dananya masih ada,” jelasnya.

Selain itu, Imam menilai semua venue yang telah dibangun untuk perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018 bisa digunakan untuk menggelar event tunggal bertaraf internasional. Terutama cabang-cabang olahraga yang lokasinya di luar area GBK, seperti velodrom dan equestrian dan venue di kawasan Jakabaring, Palembang.

“Kami minta kepada cabang olahraga supaya single event internasional dibawa ke Indonesia. PB ISSI sudah menyiapkan beberapa agenda yang perlu didorong lagi. Begitu juga dengan venue equestrian nanti bisa multifungsi pada saatnya,” ujar Imam.

Keberhasilan INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committe) memimpin event empat tahunan tersebut, membuat kepercayaan pemerintah terhadap peran pihak swasta terbangun. Menpora berharap akan lebih banyak event tunggal yang diselenggarakan pihak swasta ke depannya.

“Sekarang cabor harus berani mendorong federasi internasional membawa single event ke tanah air. Sehingga sumber daya manusia yang sebelumnya sudah dibentuk, bisa termanfaatkan ulang. Termasuk atlet, semakin sering ikut single event internasional akan lebih banyak lagi merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here