Mencintai Olahraga Sejak Dini ala Pungky Afriecia

0

Kecintaan terhadap suatu cabang olah raga bisa ditanam sejak kecil. Lingkungan kita, baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitar bisa membantu seseorang untuk mencintai suatu cabang olah raga, mengembangkannya, dan akhirnya menjadi andalan di cabang tersebut.

Keadaan ini bisa kita lihat di awal perjalanan karir Pungky Afriecia. Perempuan kelahiran 1994 ini mewarisi bakat dan kecintaan terhadap bola voli dari ibunya. Kepada Voli Mania, pemain yang pernah membela Alko Bandung itu mengaku, bahwa perkenalannya dengan bola voli terjadi saat ia masih kecil. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, atlit yang kini bermain di BJB Pakuan Bandung ini mengambil ekstrakurikuler bola voli.

“Sejak SD saya ikut pelajaran olahraga voli, sampai akhirnya ikut ekstrakurikuler. Mama juga kan dulunya sempat jadi atlet voli juga. Karena itu, mama dukung saya ikut ekskul. Selanjutnya, saya disuruh masuk klub sama guru olahraga. Sempat mandek juga nggak latihan karena sibuk mau Ujian Nasional sewaktu kelas 6. Baru masuk lagi pas kelas 1 SMP dan mulai rajin sampai jadi seperti sekarang ini,” Ujar Pungky seperti yang dikutip dari Volimania.org.

Kecintaan Pungky kepada voli sempat mendapat hambatan sang ayah yang menginginkan anaknya tersebut untuk lebih fokus belajar. Namun, setelah melihat kesungguhan Pungky saat barlatih voli, ayahnya berbalik mendukung keinginan putri sulungnya itu untuk berkarir di bola voli.

“Hal itu wajar karena saya kan anak perempuan, sedangkan kalau latihan voli itu capek banget dan harus jatuh bangun mengejar bola. Papa meminta saya fokus belajar saja. Namun, setelah melihat kesungguhan saya dan kemudian diiringi dengan prestasi, ayah pun akhirnya mendukung,” kata Pungky kepada bola.com.

Kecintaan dan Kesungguhan putri sulung pasangan Afrimon Emrin dan Imey Medyanan untuk berkarir di bola voli akhirnya membuahkan hasil, setelah Pungky bisa bermain di beberapa tim Livoli dan Proliga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here