Medali Olimpiade Pertama dari Trio Srikandi

0
Tiga Srikandi: Nurfitriyana Saiman Lantang, Lilies Handayani, Kusuma Wardhani. (lifetimejourney.me)

Indonesia pertama kali mengikuti Olimpiade pada tahun 1952 di Helsinki, Finlandia. Secara konsisten Indonesia ikut serta ajang empat tahunan ini kecuali pada Olimpiade 1964 di Tokyo, Jepang dan Olimpiade 1980 Moskow, Uni Soviet. Setelah perjalanan panjang, akhirnya pada tanggal 1 Oktober di Olimpiade 1988 Seoul, Korea Selatan, Indonesia berhasil meraih medali pertamanya—berupa medali perak—di Olimpiade berkat 9 panah terakhir Trio Srikandi.

Tidak diperhitungkan dalam persaingan kategori panahan beregu, justru trio pemanah putri Indonesia: Nurfitriyana Saiman Lantang, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani berhasil mengumpulkan total 3720 poin dan menempati urutan kelima dari 15 negara yang bersaing di kualifikasi panahan beregu serta masuk ke babak semifinal.

Di semifinal, anak asuh Donald Pandiangan tampil gemilang dengan total 975 poin sehingga menempati urutan keempat dan lolos ke babak final. Tiongkok yang kala itu termasuk dalam kategori tim kuat pun tersingkir oleh penampilan ciamik Trio Srikandi.

Tampil tanpa beban di final, Trio Srikandi kembali mendulang banyak poin, menyamai perolehan poin Amerika Serikat dengan 952 poin dan melampaui poin milik Uni Soviet dan Britania Raya yang hanya mampu mengumpulkan 951 dan 933 poin. Hanya Korea Selatan yang mampu melewati raupan poin Trio Srikandi dengan 982 poin dan memastikan diri sebagai peraih medali emas.

Indonesia dan Amerika Serikat yang meraih poin sama di final, harus menentukan siapa yang berhak menduduki posisi runner up melalui sesi tie-breaker. Di sesi ini, Srikandi Indonesia berhasil meraup 72 poin melalui sembilan lesakkan panah terakhirnya, mengungguli Amerika Serikat yang hanya mampu meraih 67 poin.

Satu medali dari Trio Srikandi, yang memicu para atlet merah putih lainnya melakukan hal yang sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here