Maskot Asian Games 2018: Bhin-Bhin, Atung, dan Kaka

0

Keberadaan maskot di dalam event olahraga adalah hal yang biasa. Maskot-maskot ini membawa filosofi yang bisa memacu para atlit untuk berjuang lebih keras dan sportif di lapangan. Di Asian Games 2018 ini, Indonesia memunculkan 3 hewan khas sebagai maskot. Hewan yang dijadikan maskot adalah burung Cendrawasih bernama Bhin-bhin, Rusa Bawean bernama Atung, dan Badak Bercula Satu yang bernama Kaka.

Selain membawa filosofi yang memberikan semangat bagi para atlit yang bertanding. Para maskot ini memberikan semacam peringatan karena keberadaan mereka yang terancam punah dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.

Burung Cendrawasih merupakan burung cantik yang berasal dari Papua. Keindahan burung ini dituangkan dalam nama ilmiahnya yaitu Paradisaea Apoda. Maskot burung Cendrawasih yang bernama Bhin-bhin ini mereprestentasikan strategi. Keindahan burung cendrawasih membuat manusia memburu burung tersebut untuk diambil bulunya. Untuk melindungi keberadaanya, burung yang mempunyai 43 jenis ini termasuk dalam hewan yang dilindungi.

Dari namanya, Hyelaphus Kuhlii atau Rusa Bawean terlihat berasal dari Bawean, sebuah pulau yang ada di Provinsi Jawa Timur. Rusa Bawean yang menggambarkan kecepatan tercatat cukup langka karena tinggal tersisa beberapa ratus ekor saja. Hewan yang terancam punah ini merupakan hewan nokturnal, yaitu hewan yang aktif mencari makan di malam hari.

Satu lagi hewan yang dijadikan maskot dan terancam punah adalah badak bercula satu. Hewan dengan nama ilmiah Rhinoceros Sondaicus ini tinggal di Ujung Kulon, sebuah kawasan konservasi yang dilindungi di bagian terbarat Pulau Jawa. Karena mempunyai bada yang kokoh, maskot hewan ini merepresentasikan kekuatan di Asian Games 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here