Masih Minim Prestasi, Olahraga Bahari Butuh Banyak Kompetisi

0
ANTARA FOTO/INASGOC/Bram Selo Agung/INP

Olahraga seperti halnya Sepakbola, Voli, Bulutangkis ataupun Bola Basket mungkin sudah menajdi olahraga yang paling diminati oleh anak anak muda baik mulai dari tingkat sekolah maupun tingkat kuliah.

Namun untuk olahraga bahari seperti halnya Selancar, Jet Ski ataupun olahraga bahari lainnya belum populer seperti halnya olahraga yang telah disebutkan di tas. Memang olahraga seperti selancar ataupun Jet ski boleh dibilang termasuk salah satu olahraga yang cukup mahal.

Namun olahraga bahari atau kelautan di Indonesia sejatinya membutuhkan banyak kompetisi, seperti halnya Basket, sepakbola ataupun olahraga merakyat lainnya. Apalagi, Indonesia adalah negara yang punya perairan laut lebih banyak ketimbang daratannya. Karena melalui olahraga tersebut potensi pariwisata sangat bisa didapat dari adanya sebuah kompetisi.

“Sebetulnya tidak hanya olahraga bahari. Yang di danau juga juga ada olahraganya,” kata Tenaga Ahli Menteri Pariwisata dan Ketua Pokja Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib dilansir dari¬†kompas.com (31/10/18).

Hiramsyah mengatakan hal itu saat memberi penjelasan terkini data mengenai Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Data itu dirilis per Oktober 2018. Memperkenalkan olahraga bahari yakni berselancar, salah satunya, terang Hiramsyah, melalui program pariwisata.

Apalagi, enam dari 10 destinasi pariwisata prioritas itu memang mengandalkan perairan laut. Seperti halnya di Danau Toba yang bisa dgali potensi pariisata dari air danaunya.
“Satu destinasi yaitu Danau Toba adalah wisata air danau,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia atau GIPI Didien Junaedy yang menjadi tuan rumah dari diskusi dengan pihak Kementerian Pariwisata tersebut mengatakan kompetisi olahraga bahari salah satunya bisa dilakukan di Nias.
Di kepulauan Nias, potensi olahraga bahari boleh dibilang sangat besar agar potensi pariwisatanya semakin berkembang hingga ketingkat internasional sepert halnya pulau Bali.

“Nias itu kan ombak lautnya memadai untuk berselancar,” tutur Didien.

Potensi menciptakan kompetisi untuk olahraga bahari, lanjut Didien, bisa juga dilakukan pada destinasi wisata di Banyuwangi. Triathlon kan pernah diadakan di Banyuwangi,” tutup Didien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here