lie Sumirat, Legenda Indonesia yang Abdikan Hidupnya Untuk Bulutangkis

0

Bulutangkis seperti sudah jadi bagian dari kehidupan seorang lie Sumirat. Menjadi hobi sejak kecil,pria kelahiran Bandung 15 November 1950 ini juga dikenal sebagai salah satu atlet legendaris di olahraga tepok bulu tersebut, dan setelah pensiun pada 1982 silam, hingga saat ini memilih untuk membina banyak calon atlet usia dini.

Singapura Open 1972 jadi ajang internasional perdana yang berhasil melambungkan nama lie Sumirat di dunia bulutangkis internasional. Empat tahun berselang, lie kembali berhasil membawa bangga Merah Putih di ajang World Badminton Championship Thailand.

Bukan hanya di sana, pebulutangkis berjuluk “Meteor dari Bandung Selatan” ini juga pernah menghantarkan Tim Thomas Indonesia dua kali menjadi juara, yaitu pada 1976 dan 1979. lie ketika itu bergabung dengan The Dream Team nya Indonesia, bersama nama – nama besar lain seperti Liem Swie King dan Rudi Hartono.

Setelah akhirnya memutuskan untuk gantung raket pada 1982, lie banyak menghabiskan masa tua nya di Bandung. Bahkan selama hampir 38 tahun terakhir lie memilih untuk melatih anak – anak usia dini. lie banyak menghabiskan waktunya melatih di GOR Sarana Muda lie Sumirat, yang berada di Jl Soekarno-Hatta 52 Bandung.

“Ya setiap hari dari sore kadang dari pagi banyak anak-anak yang belajar bulutangkis. Seperti biasa menggeluti bulutangkis saja, sore melatih anak-anak dari jam 5 sampai jam 9 malam,” tutur lie Sumirat, seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Menurut lie, GOR ini memang dia bangun sendiri, sebagai bentuk pembinaan pemain usia muda, dengan bantuan dari beberapa pihak. Khususnya Pemerintah Provinsi Jabar.

“Waktu itu ada sebagian bantuan dari Pemprov (Jabar), zaman Gubernur Pak Aang Kunaefi almarhum. Sebagian lagi saya tanahnya beli pelan-pelan, di kumpul-kumpul,” lanjutnya.

Alasan lie hingga mau membangun sebuah GOR hanya untuk pembinaan atlet -atlet muda, karena, dia sejak dahulu memang melihat dari Jawa Barat dan sekitaran Bandung khususnya memang sangat melimpah bakat – bakat pebulutangkis yang baik. Hanya saja media pembinaannya kurang maksimal.

Sehingga di SGS lie Sumirat ini dibuat beberapa kelompok umur sebagai pembinaan, dengan usia maksimal adalah 20 tahun.

“Di Bandung ada banyak klub seperti Mutiara dan klub lain. Kalau saya lihat ada sih bibit-bibit, tapi yang mau jadi juara itu mau nggak anaknya latihan keras, disiplin kemudian berlatih yang betul dan punya cita-cita jadi pemain nasional. Saya selalu menerapkan latihan teknik dan fisik. Supaya mereka terbiasa.,” jelas lie.

“Ya, kami dari semua usia kelompok. Ada empat camp. Lokasi latihannya ada di sini, Lodaya, Cijerah, dan Antapani. Paling senior ada yang 20 tahun,” lanjutnya.

Hasil dari SGS lie Sumirat sendiri sudah terlihat dan dirasakan oleh Tim Indonesia. Banyak pemain nasional yang mengawali karirnya dari binaan lie Sumirat. Mulai dari Flandy Limpele, Taufik Hidayat, Anthony Sinisuka Ginting dan juga Fajar Alfian.

“Taufik Hidayat dari umur 9 tahun sampai SMA. Sekolahnya di Taman Siswa terus dari situ pas 16 tahun masuk pelatnas. Dia relatif muda masuk pelatnas. Saya dulu masuk pelatnas umur 19 tahun, waktu itu sudah umur yang cukup tua,” paparnya.

“Setelah Taufik Hidayat, ada Anthony Ginting lah di sini pernah diarahkan sama saya dibantu. Fajar/Alfian juga kadang di sini berlatih sama anak saya karena mereka sahabatan. Ada juga Edi Ismanto mantan pemain timnas. Halim Haryanto juga pernah, kemudian Flandy Limpele juga produk dari SGS,” imbuh lie Sumirat.

lie Sumirat juga memaparkan, saat ini dirinya tengah terus menjalin komunikasi dengan pihak Pemerintah Jawa Barat, dalam rencana menggelar pemusatan latihan daerah untuk bulutangkis, dalam rangka mencari dan membina bibit sejak usia dini, hingga akhirnya bisa diorbitkan menjadi pemain nasional ke depan.

“Ada rencana di Jawa Barat. Kemarin kita sudah ada pertemuan dan pembicaraan dengan KONI Jawa Barat mau membuat Pelatda Jawa Barat. Untuk membina anak-anak usia dini dalam rangka persiapan atlet muda berpotensi. Sudah tiga kali pertemuan. Sudah start sejak sebulan lalu,” pungkas lie Sumirat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here