Legenda Bulutangkis Indonesia Ini, Batal Pimpin Tim Malaysia Menuju Olimpiade Tokyo

0

Setelah menunggu cukup lama, pihak federasi tertinggi olahraga bulutangkis Malaysia, Badminton Association of Malaysia (BAM) akhirnya menemukan sosok Direktur Teknik bulutangkis Malaysia. Adalah Wong Choong Hann terpilih menjadi Direktur Teknik yang baru.

Legenda pebulutangkis Malaysia itu aakan memulai tugasnya pada 1 Januari 2019 mendatang. Choong Hann sendiri oleh pihak federasi ditarget bisa membawa pulang medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

“Penunjukan ini untuk melengkapi struktur pembinaan yang ada dengan kelima pelatih untuk melapor kepada Choong Hann, tetapi Choong Hann hanya bertanggung jawab atas struktur pembinaan skuat nasional,” ujar Presiden BAM Mohamad Norza Zakaria seperti dilansir dari indosport.com (20/10/18).

“Tentu saja, salah satu tugas utamanya adalah memenangkan emas di Tokyo 2020 tetapi untuk menempatkannya sebagai Key Performance Indicator (KPI), kita harus berbicara dengannya terlebih dahulu. Ini harus didasarkan pada situasi saat ini dan kemampuan pemain sekarang.” tambah Norza.

Sebelumnya, pihak Federasi sempat mengutarakan jika pihaknya memiliki sejumlah kandidat untuk menjadi direktur teknik. Salah satunya adalah legenda pebulutangkis Indonesia, Rexy Mainaky. Namun entah mengapa BAM kemudian mempercayakan kepada Choong Hann.

“Selain Choong Hann, kami memiliki beberapa kandidat lain termasuk para pelatih luar negeri. Tetapi melihat situasi saat ini dan kendala keuangan, Choong Hann adalah pilihan terbaik.”

“Saya percaya Choong Hann dapat bekerja dengan baik dengan semua pelatih untuk mencapai tujuan Tokyo 2020,” tambah Norza.

Nama Choong Hann sendiri bukanlah nama yang asing di dunia bulutangkis Negeri Jiran itu. Ia merupakan mantan pemain tunggal putra andalan Malaysia. Choong Hann sendiri pernah menempati peringkat satu dunia pada tahun 2002 silam.

Selain itu Choong Hann juga peraih medali perak Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2003 dan sukses membawa  Malaysia mendapat perak di Piala Thomas 1998 dan 2002.

Sementara Rexy sendiri juga bukan orang baru di bulu tangkis Malaysia karena legenda pebulutangkis Indonesia itu pernah jadi pelatih kepala ganda putra dan putri di Negeri Jiran selama tujuh tahun (2005-2012).

Pencapaian Rexy selama jadi pelatih di Malaysia adalah mengantarkan pasangan Koo Kien Keat-Tan Boon Heong mencapai ranking satu dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here