Kisah Menarik Agus Prayoko, Pesenam Peraih Emas Andalan Tim Indonesia

1

Cabang senam artistik ikut menyumbangkan emas bagi Tim Indonesia di event SEA Games 2019 Manila. Adalah Agus Prayoko yang berhasil mempersembahkan medali emas, seusai mengalahkan pesenam tuan rumah Carlos Edriel Yulo di nomor urut vault atau meja lompat perseorangan putra, bertempat di Rizal Memoriam Coliseum, Manila.

Berhasil menjadi salah satu kebanggaan Bangsa Indonesi, ternyata Agus Prayoko punya kisah menarik, di awal perjuangannya sebagai seorang atlet senam. Sebuah peristiwa menggiring Agus untuk akhirnya memilih jalan hidup sebagai seorang pesenam profesional.

Agus mulai tertarik kepada cabor senam artistik, diawali ketika pesenam kelahiran 4 April 1989 tersebut ditantang untuk melakukan gerakan cium lutut oleh guru olahraga di sekolahnya, serta mendapat kesempatan untuk berlatih senam di balai desa kelahirannya, di Kabupaten Kediri.

Peristiwa tersebut dialami Agus ketika masih menempuh pendidikan di Sekolah Dasar. Sejak peristiwa tersebut, Agus pun mulai tertarik dan rutin untuk bisa mengikuti latihan senam.

“Saya terjerumus.” Kata Agus sembari tertawa, seperti dilansir Antaranews.

“Habis itu kirain senam aerobic atau apa, eh, ternyata senam seperti ini. Ya sudah terjun saja daripada setengah-setengah,” kenang Agus.

Sampai kelas lima SD, Agus  masih belajar senam di balai desa tersebut. Baru dia pindah ke Gresik, setelah pelatih senam artistik Jatim saat itu Indra Sibrani tertarik dengan bakatnya, untuk mengikuti program pendidikan atlet di Jawa Timur.

“Saya dipanggil sampai sekarang,” kata Agus yang menjalani SEA Games pertamanya pada 2017 itu.

Agus pun terus melesat karirnya dan menorehkan prestasi di berbagai ajang kejuaraan. Prestasi tertinggi yang dicatat Agus hingga sekarang, adalah meraih peringkat ketiga di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Saat itu Agus  hanya kalah dari Shek Wai Hung (Hongkong) dan Kim Han-Sol (Korea Selatan).

Keberhasilan meraih medali emas SEA Games 2019 sendiri ternyata menjadi persembahan terakhir atlet berusia 30 tahun itu untuk Indonesia pada ajang kejuaraan dua tahunan tersebut.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here