Ketidakpastian Olimpiade, Tidak Menghalangi Semangat Tim Angkat Besi

0
Windy Cantika Aisah. (Sumber Gambar: Jawa Pos)

Belum adanya kepastian tentang pelaksanaan Olimpiade 2020 Tokyo akibat pandemi virus corona (covid-19), ternyata tidak mempengaruhi persiapan Tim Indonesia untuk cabang olahraga angkat besi.

Kesiapan tersebut, disampaikan oleh manajer tim angkat besi Indonesia, Alamsyah Wijaya, dengan pertimbangan saat ini Eko Yuli dkk memang sedang dalam kondisi puncak, siap bertanding.

“Lebih baik on schedule karena kami sudah siap. Intinya tim Olimpiade kami tak terlalu terganggu. Mudah-mudahan ya, bukannya takabur. Jadi jangan ditunda. Sayang soalnya,” kata Alamsyah seperti dilansir dari Detiksport, Sabtu (21/3/2020).”Tapi soal keputusannya apa akan kami lihat, tunggu International Olympic Committee (IOC). Mau jadi ayo, kalau mundur, ya sudah,” sambungnya.

Menurut Alamsyah pihak PB PABSI sebagai induk olahraga angkat besi juga masih menunggu bagaimana kebijakan yang akan diambil IOC yang sedang mewacanakan untuk mempertimbangkan kualifikasi Olimpiade akan diperpanjang sampai Juli, atau mendekati jadwal pelaksanaan Olimpiade pada 14 Juli-9 Agustus 2020.

Rencana tersebut digulirkan, setelah dua event sebelumnya, yang seharusnya menjadi kualifikasi terakhir Olimpiade, tertunda pelaksanaannya. Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior di Rumania 14-21 Maret, resmi dibatalkan. Sedangkan, Kejuaraan Asia Angkat Besi di Uzbekistan, 16-25 April, ditunda hingga waktu yang tidak terbatas..

“Tapi menurut saya tak mungkin (diperpanjang) karena mepet. Anggap sampai Juli, berarti persiapannya satu bulan. Terlalu mepet untuk atlet. Kalau saya berharap kualifikasi setop saja. Hitung siapa yang lolos, itu yang main di Olimpiade,” ujarnya.

Hingga saat ini PABSI sudah menempatkan dua atletnya di Olimpiade Tokyo 2020, yaitu, Eko Yuli Irawan (61 kg) sebagai posisi kedua dunia, dan Windy Cantika Aisah (49 kg putri) yang saat ini menempati posisi tujuh dunia. Tim Indonesia masih punya peluang meloloskan satu wakil lagi, melalui jalur kontinental, jika memang kualifikasi resmi ditiadakan.

“Makanya, kami tunggu pengumuman resmi. Itu kan hasil kongres IWF 16-17 Maret kemarin melalui teleconference. Nah, hasil itu dikirimkan ke IOC dan belum ditentukan sampai sekarang (apakah di stop atau perpanjang), jadi menunggu itu,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here