Kenormalan Baru, Renang Siapkan Protokol Kesehatan Untuk Pelatnas

0
Sumber Gambar: Humas PRSI / Tribun News

Meskipun akan mendapatkan rekomendasi relaksasi dari Kemenpora untuk bisa melaksanakan Pelatnas di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam pandemi covid-19, namun Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) tidak mau gegabah dalam memulai agenda Pelatnas.

Wakil Ketua PB PRSI Harlin Rahardjo mengatakan bahwa pihaknya hingga sekarang masih terus mempersiapkan protokol kesehatan untuk bisa melaksanakan Pelatnas, sekaligus beradaptasi dengan masa new normal, atau normal baru.

Herlin mengakui tidak ingin terburu – buru mengambil keputusan melaksanakan Pelatnas, sebelum protokol kesehatan benar – benar siap. Hal ini demi keselamatan atlet, pelatih dan ofisial Timnas renang sendiri.

“Kami harus pikirkan bagaimana mereka bisa latihan dengan new normal seperti itu. Saya takutnya nanti dipaksakan jalan dengan protokol yang nggak bagus, malahan ada yang terkena virus,” kata Harlin seperti dikutip dari Antara.

Protokol kesehatan yang dimaksudkan Harlin, adalah termasuk juga pembatasan jumlah atlet yang boleh berada dalam satu kolam dan pemain fasilitas bersama di Stadion Akuatik GBK. Hal ini dianggap sebagai faktor krusial agar Timnas renang bisa tetap berlatih, serta menyiasati pandemi. Harlin menyebutkan, saat ini juga masih menunggu instruksi dari pemerintah terkait pandemi dan ketentuan normal baru.

Sebelumnya, pelatih Timnas renang Indonesia David Armandoni pernah meminta kejelasan dari Kemenpora soal kapan Pelatnas renang bisa kembali digelar. Merespon hal tersebut, Menpora Zainudin Amali pun meminta PRSI ager berkirim surat untuk bisa memberikan dispensasi agar fasilitas akuatik di GBK bisa dibuka kembali untuk Pelatnas PRSI.

Hanya saja, pengiriman surat tersebut masih tertunda. Karena menurut Harlin, PRSI sangat memikirkan apa saja resiko yang mungkin timbul ketika pihaknya memaksakan menggelar Pelatnas, tanpa ada protokol yang tepat dan ketat.

“Kami enggak mau mengambil resiko terlalu tinggi. Kami memikirkan risiko dengan baik supaya keputusan kami untuk new normal itu benar-benar aman,” kata dia. “Kami fokus dulu ke persiapan untuk new normal itu sampai aman baru kami ke kolam.” imbuhnya.

Hingga sekarang, seluruh atlet Pelatnas renang, menjalani latihan secara mandiri di rumah masing – masing, dengan tetap mendapatkan program dan pengawasan daring dari tim pelatih.

PRSI sendiri terus menyiapkan rancangan protokol kesehatan Pelatnas renang, yang selanjutnya akan didiskusikan dengan Kemenpora, sehingga nanti Pelatnas bisa digelar ketika Indonesia masuk ke masa normal baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here