Ingin Ulang Prestasi Bagus di Masa Lalu, Tinju Target Loloskan Atlet Ke Olimpiade Tokyo 2020

0
Sumber Gambar: sport.detik.com

Tinju Indonesia pernah berjaya di Olimpiade. Tepatnya pada tiga Olimpiade, yaitu Munich 1972, Barcelona 1992 dan Atlanta 1996. Kini harapan kejayaan tersebut kembali mencoba diukir lewat Olimpiade Tokyo 2020 yang pelaksanaannya ditunda ke tahun 2021.

Pada Olimpiade Munich 1972, adalah atlet tinju Indonesia Ferry Moniaga yang mendapatkan prestasi bagus. Saat itu Ferry yang berlaga di kelas layang, sukses melangkah hingga ke babak perempat final. Selanjutnya di Olimpiade Barcelona 1992, prestasi tidak kalah mengesankan juga ditorehkan oleh petinju Albert Papilaya pada kelas menengah dengan juga lolos hingga babak perempat final. Kemudian pada Olimpiade Atlanta 1996, lagi – lagi petinju Tim Indonesia sukses menunjukkan prestasi bagus. Petinju La Paene Masara yang bertanding di kelas layang juga berhasil menyusul kesuksesan dua seniornya, dengan menjadi petinju Indonesia ketiga yang bisa bertanding hingga babak perempat final.

Berharap bisa kembali mengukir prestasi bagus kembali, saat ini Pertina tengah menggodok enam petinjunya, agar bisa lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.  Kejuaraan Dunia Tinju di Paris Prancis menjadi ajang final bagi atlet tinju nasional Indonesia untuk bisa meraih tiket ke Olimpiade Tokyo, dan kembali merajut asa meraih prestasi seperti para seniornya.

“Kejuaraan Tinju Dunia di Paris adalah babak kualifikasi terakhir untuk Olimpiade Tokyo 2021,” kata pelatih pelatnas tinju Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Hermensen Ballo, seperti dilansir dari Kompas.com.

Saat ini ada enam atlet yang tengah digembleng oleh Pertina dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dengan target utama adalah lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, yang harus dijadwalkan ulang ke 2021 akibat pandemi Covid-19.

Hanya dengan bisa meraih prestasi bagus di Kejuaraan Dunia Paris (13-20 Mei 2021) petinju Indonesia bisa lolos ke Olimpiade Tokyo. Karena Kejuaraan Dunia ini merupakan kualifikasi terakhir, sebelum pesta olahraga terbesar di dunia tersebut dihelat di Tokyo Jepang.

“Kami menyiapkan tujuh petinju untuk kegiatan itu,” kata Hermansen Ballo.

Enam atlet tinju Indonesia  yang saat ini disiapkan secara intens terdiri dari, Aldom Sugoro (kelas terbang), Gill Mandagi (kelas bantam), Luki Hary (bantam), Faran Papendang (welter ringan), Mikhail Puspita (kelas bulu) dan Ruswatun (kelas ringan). Saat ini para petinju Tim Indonesia tersebut tengah menjalani pemusatan latihan di HS Boxing Camp, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat.

Keenam petinju itu adalah Aldom Sugoro (kelas terbang), Gill Mandagi (kelas bantam), Luki Hary (bantam), Faran Papendang (welter ringan), Mikhail Puspita (kelas menengah), Silva Ratuliu (kelas bulu), dan Ruswatun (kelas ringan). Para petinju itu menjalani latihan di HS Boxing Camp, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here