Indonesia Ingin BWF Revisi Jadwal Turnamen

0

Gagal total di turnamen puncak bulutangkis dunia, World Tour Finals 2018, membuat Indonesia ingin mengubah jadwal beberapa turnamen bulutangkis. Selain menyoroti masalah jadwal, Indonesia juga menyoalkan beberapa aturan Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF yang memberatkan para atlet.

Padatnya jadwal turnamen membuat Susi Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, melihat hal tersebut menjadi sebab menurunnya kemampuan para atlet Indonesia di turnamen puncak di akhir tahun 2018 itu. Hal ini menyebabkan para pemain mengalami kelelahan. Dalam hal ini, WBF mewajibkan para pemain bulutangkis untuk tampil di 12 turnamen BWF. Selain Indonesia, Susy mengaku ada beberapa negara lain yang melakukan protes serupa.

“Nggak bisa atlet elit dunia itu diforsir berlebihan, karena akan rawan cedera. Itu yang kita komplain ke BWF. Kita sudah kasih surat. Bukan Indonesia aja, tapi juga negara lainnya,” kata Susy, seperti dikutip dari Jawa Pos (15/12).

Peran sponsor pun menjadi sorotan mantan ratu bulutangkis dunia ini. Susy menerangkan, aturan BWF saat ini erat kaitannya dengan kontrak sponsor yang sudah mereka dapatkan. Perempuan asal Tasikmalaya ini mengingatkan bahwa atlet pun mempunyai batasan.
“Jangan berpikir untuk sponsor aja, tapi juga berpikir untuk atlet juga dong. Namanya atlet, pasti ada batasnya. Kayanya tidak sportif deh kalau semua ini harus dilakukan demi kepentingan sponsor dan denda,” kata Susy lagi.

Dalam turnamen World Tour Finals tahun ini, Indonesia mendapat jatah untuk mengirimkan 6 slot berdasarkan ranking yang dikeluarkan BWF di akhir November lalu. Para pebulutangkis yang lolos adalah Tommy Sugiarto dan Anthony Sinisuka Ginting di tunggal putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di ganda putra, Greysia Polii/Apriyani Rahayu di ganda putri dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di ganda campuran. Sayangnya, mereka harus gugur dan Indonesia gagal meraih satu tempat pun di babak final.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here