Impian Iqbal Chandra Pratama, Pencak Silat Bisa Dipetandingkan di Olimpiade

0
Sumber Gambar: Tempo

Olahraga pencak silat menjadi perhatian sendiri pada helatan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Gelaran yang dihelat sejak 18 Oktober lalu ini sukses menyumbangkan medali emas terbanyak bagi Indonesia.

Meski sempat menimbulkan protes dari negara-negara lain, torehan 14 medali emas dari 16 nomor yang dipertandingkan membuat Indonesia menjadi juara umum pencak silat.
Hal tersebut juga ikut melambungkan posisi Indonesia di daftar peringkat perolehan medali ke peringkat empat. Hanya China, Jepang dan Korea Selatan yang berada di atas Indonesia.

Namun, cabang olahraga pencak silat terancam tidak dipertandingkan di Olimpiade 2020. Keberadaan Pencak Silat sendiri pada Asian Games lalu memang pertama kalinya usai mendapatkan ijin dari Dewan Olimpiade Asia.

Salah satu penyumbang medali emas saat Asian Games 2018 lalu, Iqbal Chandra Pratama bermimpi olahraga yang ditekuninya tersebut bisa dipertandingkan dalam Olimpiade mendatang. Hal tersebut diutarakannya saat ditemui di Yogya, Sabtu 27 Oktober 2018.

“Kami berharap sekali dengan perhatian pemerintah yang makin baik, maka pencak silat bisa tembus masuk Olimpiade,” ujarnya, dilansir dari Tempo.

Awal pekan ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berkunjung ke Belanda untuk menghadiri pertemuan Federasi Pencak Silat Dunia di Den Haag. Dengan agenda mendorong agar pencak silat bisa dipertandingkan di tingkat Olimpiade.

Iqbal menyebut perhatian pemerintah dalam memperjuangkan agar pencak silat yang asli Indonesia tersebut bisa masuk ke kejuaraan tingkat dunia memang sangat dinanti. “Bukan maksudnya pencak silat itu kurang diperhatikan, tapi kita saja belum bisa (membawa Pencak Silat) tembus Olimpiade,” ujarnya.

Dengan demikian apa yang dimaksud perhatian adalah tak semata soal pembinaan atlet di daerah, tapi juga soal olahraga itu sendiri agar semakin berkembang.

Iqbal mengaku aktivitasnya usai Asian Games berakhir tahun ini dan akan fokus untuk melanjutkan kuliahnya yang terbengkalai sekaligus mengurus pekerjaan sebagai calon pegawai negeri sipil sebagai kompensasi prestasinya.

“Untuk tahun ini saya rehat dari pertandingan dulu, tapi tetap berlatih,” ujarnya. Latihan itu, ujar Iqbal, karena ia masih ingin menjadi wakil daerahnya di Kalimantan Timur dalam perhelatan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) dan PON tahun 2019-2020.

“Kalau masih bisa masuk, saya juga ingin bisa ikut lagi dalam SEA Games 2019, jika memang ada kelas yang dipertandingkan untuk bisa saya ikuti,” ujarnya. Iqbal sendiri berhasil merebut emas lewat kelas D, 60 kg – 65 kilogram putra pada Asian Games 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here