I Gusti Bagus Cedera, Tim BMX Indonesia Harus Kerja Keras Demi Lolos Olimpiade Tokyo 2020

0
Sumber Gambar: sport.detik.com

Pembalap BMX Indonesia tampaknya harus bekerja lebih keras untuk menjaga peluang tampil di Olimpiade Tokyo 2020, setelah satu andalannya I Gusti Bagus Saputra mengalami kecelakaan pada ajang Kejuaraan Dunia BMX Supercross 2020 di Australia 1-9 Februari 2020.

Pelatih kepala BMX Indonesia Dadang Haris Purnomo menyampaikan, bahwa pihaknya belum bisa memastikan seberapa parah kondisi cedera yang dialami Bagus, karena yang bersangkutan masih ada di Australia.

“Kemarin dari pemeriksaan terakhir mungkin ada dislokasi dikit. Nanti setelah mendarat di Jakarta, dia akan diobservasi maksimal kondisinya seperti apa,” ujar pelatih kepala tim nasional Indonesia Dadang Haris Purnomo di Jakarta, seperti dilansir dari Kantor Berita Antara.

Kronologi kejadian sendiri, Bagus terjatuh saat melakukan latihan resmi jelang lomba, hingga membuat pergelangan kakinya menjadi bengkak. Diperkirakan kondisi angin kencang dengan kecepatan mencapai 40 km/ jam di venue yang membuat Bagus dan banyak pembalap lainnya sulit menguasai keadaan dan terhempas saat bersepeda.

Situasi tersebut, akhirnya membuat seri ketiga dan keempat Kejuaraan Dunia BMX Supercross tersebut akhirnya batal dilaksanakan, karena lebih mengutamakan keselamatan para atlet BMX. Pembatalan ini juga akhirnya membuat Indonesia harus menunda keinginannya untuk bisa menambah poin kualifikasi Olimpiade 2020.

Melihat kondisi Bagus yang masih dibekap cedera, Dadang menyebut bahwa dia akan menyiapkan sejumlah pembalap pelapis, yang bisa menggantikan posisi Bagus di berbagai Kejuaraan Pra-Kualifikasi Olimpiade 2020 yang tersisa.

“Ya mau enggak mau. Ini kan kita ada enam seri (kejuaraan) di Indonesia. Saya sudah menyiapkan satu pebalap atau paling tidak tiga pebalap yang harus mem-back up dia,” katanya.

Di samping Bagus, Tim Indonesia juga mengandalkan dua pembalap lain seperti, Toni Syarifudin dan Rio Akbar. Tapi peluang untuk melenggang ke Olimpiade hanya akan tersedia untuk satu atlet dengan peringkat dan poin terbaik.

Ditambahkan Dadang, Timnas balap sepeda akan berupaya keras untuk bisa mendapatkan tiket olimpiade, dengan peringkat negara, meskipun peluangnya terbilang kecil.

Demi bisa lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, Tim BMX Indonesia memang harus bekerja extra keras, mengingat bahwa posisi Tim Indonesia saat ini masih ada di urutan ke-19, dan dituntut untuk bisa naik ke posisi ke-11, yang merupakan syarat minimal lolos ke Tokyo, dengan waktu hanya dalam tiga bulan ke depan..

Selanjutnya, timnas balap sepeda akan menghadapi enam seri tersia kejuaraan pra-kualifikasi, di antaranya akan digelar di Indonesia dengan empat seri berkategori Class One (C1), satu seri berlevel Hors Class (HC), dan satu Kejuaraan Asia.

Seri-seri tersebut di antaranya adalah Kejuaraan Nasional Balap Sepeda, Jakarta Internasional BMX, Banyuwangi International BMX, dan Asian BMX Championship.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here