Hadapi Kejuaraan Dunia, PB PABBSI Janji Perbaiki Kesalahan

0
Sumber: Tribun News

Asian Games 2018 lalu menjadi pembelajaran penting bagi PB PABBSI. Kegagalan memenuhi target medali cabor angkat besi membuat PB PABBSI memiliki banyak evaluasi. Itu akan jadi bekal menuju Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018.

PB PABBSI dipastikan akan mengirim atletnya untuk berlaga di Kejuaraan Dunia Angkat Besi yang akan digelar di Ashgabat, Turkmenistan, pada 1-10 November. Event ini sangat penting bagi para atlet yang akan diterjunkan oleh PB PABBSI.

Pasalnya, kejuaraan tersebut juga sekaligus menjadi kualifikasi untuk berlaga pada Olimpiade 2020 di Tokyo. Karena itu, PB PABBSI berharap Triyanto yang akan diterjurkan di kelas 69 kg bisa memenuhi target yang ditetapkan.

Triyanto sebelumnya gagal memenuhi target medali yang sudah ditetapkan di Asian Games 2018 lalu. Hal ini terjadi setelah terjadi salah paham dengan pelatihnya. Namun, hal tersebut dipastikan sudah selesai dan Triyanto siap berprestasi.

“Triyatno sudah pulih. Kami bantu dengan psikolog dan masseur serta terapis. Kami juga antisipasi kejadian itu agar tidak terulang. Saya akan mengontrol atlet dan pelatih saat kejuaraan berlangsung,” kata manajer tim angkat besi Sonny Kasiran.

Sonny menyebut, PB PABBSI sudah mengambil banyak pelajaran. Salah satunya adalah siapa yang boleh menemani atlet di ruang pemanasan. Sebab, aturan itu sangat ketat. Jumlah orang yang boleh ada di ruang pemanasan sangat terbatas.

“Kejadian seperti itu, di mana pun, negara manapun, pasti pernah mengalaminya. Kami akan mengantisipasinya. Tapi tidak akan selalu ada manajer di sana,” papar Sonny.

“Karena ada aturan mainnya. Jumlah orang di sana terbatas. Satu atlet 3 pendamping. 2 Atlet 4 pendamping. Jadi tidak bisa asal masuk karena bisa penuh seperti pasar nantinya. Tapi jika dibutuhkan harus ke sana,” imbuhnya.

Semetara itu, sepekan sebelum terbang ke Turkmenistan, Sonny menyebut persiapan semakin intens. Dia cukup yakin persiapan maksimal tidak akan membuat tenaga atlet-atlet Indonesia justru akan kendur ketika pertandingan digelar.

“Iya. Tapi saya percaya masih ada tenaga anak-anak. Soal kelas baru semua negara pasti mengalaminya. Tapi bagi Indonesia persiangan tidak berbeda jauh,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here