Gagal Jadi Pesepakbola, Andrian Justru Sukses Bela Tim Indonesia di Atletik

0
Sumber Gambar: Harlie/Lombok Post

Gagal bukan berarti dunia akan runtuh. Sebab justru dari suatu kegagalan itulah, akan membawa kita menuju kesuksesan yang lain. Hal tersebut, yang menjadi kisah dari Andrian, atlet atletik asal NTB yang juga sukses bersama Timnas.

Andrian adalah peraih medali emas di PON Jabar 2016, serta peraih medali perunggu pada SEA Games 2017. Saat ini pelari spesialis 400 meter gawang ini tengah fokus berlatih untuk mewakili daerahnya NTB di PON XX Papua tahun depan.

Jika menilik perjalanan karirnya, bukan sesuatu yang mudah bagi Andrian, hingga akhirnya dia bisa meraih prestasi di level internasional seperti sekarang. Putra dari Yasin Abubakar dan Farida (Almarhumah) ini mengungkap, bahwa sebelum sukses mencatatkan prestasi seperti saat ini bersama atletik, dirinya justru memiliki cita – cita tinggi bersama sepak bola.

Bahkan sejak kecil Andrian sudah menggeluti olahraga si kulit bundar tersebut. Namun sayangnya, ia gagal meneruskan karir sebagai pemain sepak bola profesional, setelah gagal membawa tim sepak bola Kabupaten Bima ke babak nasional di Porseni 2005.

Walaupun gagal di sepak bola, namun Andrian tidak mau berputus asa.Ia pun memilih untuk mencoba menggeluti cabor lain.

Dia pun patut bersyukur, karena saat itu guru olahraganya di Kabupaten Bima, memberikan kesempatan untuk bisa menekuni atletik. Alhasil, Andrian pun mampu membuktikan, dengan meraih peringkat kedua di nomor lompat jauh dan lompat tinggi pada Porseni NTB di tahun yang sama (2005).

Keberhasilan di Porseni NTB tersebut, menjadi titik balik bagi karir seorang Andrian. Setelahnya, dia mendapatkan promosi sebagai atlet pelajar unggulan NTB, dan mulai mengikuti latihan serta pembelajaran berpusat pada PPLP NTB.

Jejak prestasi Andrian di atletik pun langsung terekam sejak saat itu. Berawal dari tingkatan pelajar, di mana, dia berhasil menjuarai nomor 400 meter pada Kejurnas Atletik Remaja antar PPLP di Jakarta pada 2008. Sukses pada level nasional, Andrian pun mendapat panggilan ke Timnas pelajar, untuk mewakili Indonesia di Asian School di Thailand pada 2009, pada debutnya di ajang internasional ini, Andrian langsung meraih emas pada nomor 400 meter.

Walaupun sudah sukses di nomor lari 400 meter, namun rupanya prestasi Andrian pada nomor tersebut tidak lama. Karenanya pada 2009, dia pun memutuskan pindah ke nomor 400 meter gawang.

“Alasan saya pindah ke nomor 400 meter gawang karena persaingan di nomor 400 meter saat itu cukup ketat. Apalagi  NTB punya atlet  nasional, Arif Rahman yang selalu juara di level nasional,” ucap Andrian dilansir dari Suara NTB.

Pilihannya ke nomor gawang 400 meter boleh dibilang sangat tepat. Karena, Andrian justru semakin melejit prestasinya. Terbukti, dia berhasil meraih emas di nomor gawang 400 meter pada Kejurnas Atletik Senior tahun 2010. Raihan ini pun membuat nama Andrian kembali ke Timnas, namun kali ini dia membela Tim Indonesia senior, pada SEA Games 2011, terakhir di SEA Games 2017, ia pun berhasil mempersembahkan medali perunggu.

Saat di PON Riau 2012, Andrian yang membela NTB juga berhasil meraih medali emas di nomor 400 meter gawang putra. Berlanjut di PON 2016, lagi – lagi Andria juga meriah emas di nomor andalannya tersebut, serta juga emas dari estafet 4 x 400 meter putra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here