Fokus dan Keteguhan Hati, Modal Silir Rovani Tembus Timnas Tenis Meja

0
Sumber Gambar: jpnn.com

Atlet tenis meja yang satu ini asli kelahiran Jombang Jawa Timur.Dia pun telah sukses mengukir namanya sebagai juara di berbagai event nasional dan internasional. Keberhasilannya bisa jadi inspirasi buat para atlet muda.

Adalah Silir Rovani, perempuan kelahiran Jombang 22 Juni 1988, putri pasangan Siswono dan Yuli Pujiastuti ini memang sudah mengenal olahraga tenis meja sejak usia sekolah dasar, dan langsung mendapat bimbingan dari sang ayah sendiri.

“Saya masih ingat sekali pertama kali main kelas 3 SD, setelah seringkali melihat ayah dan kakak bermain bersama dan akhirnya tertarik,” ucap Silir, seperti dilansir dari Jawapos.com.

Sejak itu bakatnya di tenis meja terus menunjukkan perkembangan mengejutkan. Silir mulai berani bertanding di beberapa turnamen lokal di Jombang.

“Awalnya memang dari lokal, tapi kemudian merangkak naik dari provinsi sampai juara nasional, kalau sekarang namanya OSDN mewakili Jombang,” lanjutnya.

Menjadi juara level nasional, rupanya membuat Silir mendapatkan cerita baru dalam kehidupannya sebagai atlet. Masih menempuh pendidikan di kelas 2 SMP, ia harus pindah ke Kediri, hal ini terjadi, setelah Silir mendapat panggilan masuk ke Akademi Surya Gudang Garam, dan bergabung dengan salah satu tim elit tersebut.

“Disana saya dari SMP sampai lulus kuliah, jadi memang stay disana dan berlatih terus sampai bubarnya klub 2008. Tahun-tahun itu menjadi klub paling baik.” sambungnya.

Bergabung dengan klub asal Kediri tersebut, Silir mendapatkan banyak pengalaman bertanding. Mulai dari kejuaraan junior nasional, hingga internasional.

“Yang paling berkesan tentu saja waktu saya bisa menyabet juara 2 di pertandingan kelas Asean di Thailand. Waktu itu kalah lawan Vietnam. Tapi bisa dapat tiga medali emas juga waktu itu di kelas lainnya,” sambungnya.

Bersama Klub Surya prestasinya terus naik, hingga di level senior, ia pernah merasakan bertanding di event internasional membela Tim Indonesia.

“Pernah juga di Asian Games, Sea Games, Seata, beberapa kali di Eropa juga misal Paris dan Moskow. Tapi yang rutin setiap tahun itu di Shina,” lontar Silir.

Setelah tak lagi bergabung dengan Surya Kediri, Silir  tidak berhenti mengejar impiannya di tenis meja. Mulai dari pelatda hingga pelatnas. Dia pun pernah berlaga di ajang multi event terbesar di Tanah Air PON, dan menang di sana.

“Tentu kebanggaan tidak akan besar ketika kita menang PON ya, kalau kejuaraan tunggal tenis meja kan hanya satu saja. tapi PON multi event. Kalau tidak sampai PON kok menurut saya masih kurang puas,” ucapnya.

PON tidak saja memberikan kenangan manis kemenangan, namun juga memberikan arti besar bagi kehidupan Silir, karena dari ajang tersebut, akhirnya dia berjumpa dengan Bukhori, suami yang mendampingi nya hingga sekarang.

“Saya menikah tahun 2013 setelah PON Riau, kenal dengan suami juga di PON dan pelatnas. Dia atlet tenis meja juga. Dulu pernah mewakili Jakarta, meskipun sekarang sudah berhenti,” lanjut dia.

Berkembangnya Silir sebagai atlet handal tenis meja memang tidak lepas dari support keluarga. Lingkungan yang akrab dengan tenis meja membuat Silir nyaman untuk bis terus mengembangkan bakat.

“Kalau dibilang keluarga pingpong mungkin benar sekali. Karena ayah dan mama juga jago pingpong, kakak saya juga mantan pemain nasional, sedangkan saya dan suami juga petenis meja,” ucapnya sambil tertawa.

Disebutkannya, sejak kecil, sang ayah memang punya peran besar dalam membuatnya begitu mencintai tenis meja. Meskipun bukan pemain profesional, namun sang ayah punya kemampuan yang bagus dalam melatih.

“Ayah sebenarnya dulu dari atletik dan beladiri, tapi ternyata juga bisa melatih karena belajar dengan baik ke om saya dulu,” lanjutnya.

Disamping bakat keturunan, hal yang membuat Silir mampu terus bertahan di tenis meja sejak dini, adalah fokus dan ketetapan hati. Sejak kecil, ia diajarkan untuk total ketika sudah menentukan pilihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here