Ini, 2 Ajang Yang Jadi Target Utama Kemenpora Pasca Asian Games

0

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Perhelatan Asian Games 2018 yang berlangsung 18 Agustus 2018 lalu, sudah resmi berakhir dan ti tuan rumah Indonesia mampu meraih pencapaian yang sangat apik, Indonesia berada di posisi ke 4 dengan raihan 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu. Hasil tersebut melampui target yang dipatok pemerintah yang mengharapkan meraih 16 sampai 20 medali emas.

Setelah istirahat cukup lama, pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan agar setiap pengurus cabang olahraga bisa kembali segera mengalihkan fokusnya menghadapi SEA Games 2019 Filipina dan kualifikasi Olimpiade.

Agar hasil positif itu berlanjut, Menpora Imam Nahrawi menginstruksikan seluruh induk cabor agar tak berlama-lama mengistirahatkan atletnya karena anggaran dari pemerintah masih ada. Untuk itu ia menginstruksikan agar Pelatnas bisa segera dimulai.

“Sudah bisa dimulai (pelatnasnya), karena anggarannya sudah disiapkan untuk SEA Games maupun jangka panjang Olimpiade Tokyo 2020. Kemarin kan berlaku 12 bulan jadi tak boleh jeda. Seperti bola voli Asian Games kemarin sudah cukup lah tim bola voli Asian Games diistirahatkan, sekarang panggil lagi pelatnas lagi lah. Toh anggarannya masih ada,” kata Imamn Nahrawi dilansir dari detik.com (18/10/18).

Sementara di lain pihak menurut Mulyana, Deputi IV Kemenpora, mengatakan Kemenporaakan lebih dulu melakukan evaluasi Asian Games kepada seluruh induk cabor. Sebab, evaluasi menjadi dasar perencanaan menuju dua event penting di tahun 2019 mendatang.

“Tentu dengan perencanaan itu ada proposal. Proposal itu kami akan terima pada saat setelah ada sosialisasi terkait bagaimana menyusun, targetnya kemana, arahnya kemana, dsb,” tutur Mulyana.

Proposal sendiri akan mulai diajukan pada bulan November, kemudian  akan diverifikasi dan bulan berikutnya mulai penandatanganan nota kesepahaman. Sehingga Januari pengurus cabor sudah mulai menerima anggaran tahun 2019 sehingga bisa melakukan pelatnas bagi setiap atlet pilihan.

“Tentu kesempatan paling banyak cabor yang dipertandingkan di Olimpiade. Untuk bisa meningkatkan kemampuan diperlukan adanya training camp, uji coba, dsb,” tutup Mulyana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here