Harapan Besar Raja Oktohari Untuk Balap Sepeda Indonesia

0
Sumber Gambar: Antara

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Memilki mimpi dan cita cita agar bisa terwujud pastinya harus dimiliki setiap orang termasuk pegiat olahraga sepeda yang juga sekaligus Ketua Umum PB ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) Raja Sapta Oktohari.

Dalam kapasitasnya tersebut, pria yang juga menjabat sebagai ketua Panitia Asian Para Games 2018 itu memiliki perhatian besar soal Balap sepeda Indonesia.

Okto bahkan sudah membagi bagi target-target yang dicanangkan oleh ISSI. Secara garis besar, ada target utama yang menjadi, mengutip kata-kata Okto sendiri, cita-cita yang selalu mungkin untuk digapai.

“Kalau di kami itu, cita-cita tertinggi itu Olimpiade dan Paralimpiade. Lalu World Champions, ketiga World Cup, baru keempat itu Continental Game. Di Continental Game ada yang Asian Games dan Asian Para Games, ada juga Asian Championship. Supaya cita-cita jadi jelas, tidak salah tujuannya mau ke mana,” kata Okto seperti dilansir dari kumparan.com (11/10/2018).

Untuk mewujudkan cita-citanya tersebut, Okto tidak akan melangkah sendirian. Beberapa program pun mulai ia canangkan untuk mengangkat prestasi sepeda Indonesia. Dia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencapai dan menerapkan satu tujuan yang sama yakni tampil di Olimpiade dan Paralimpiade.

“Kalau di PB ISSI, di ICF itu jelas, target kami itu jelas, cita-citanya itu ada empat. Olimpiade dan Paralimpiade, World Champion, World Cup, baru Continental Game. Continental Game ini level terendah dari cita-cita kami, karena poinnya juga rendah. Jangan pikirkan SEA Games, apalagi PON, itu ‘kan hanya hiburan,” ujar Okto.

Program yang jelas dan terarah itu, tak salah jika tim balap sepeda Indonesia di ajang Asian Games 2018, Agustus lalu cabang olahraga sepeda sukses menyumbangkan dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Di beberapa ajang balap sepeda internasional lainnya, Indonesia juga sukses menorehkan prestasi, empat medal emas di India, enam medali emas di Thailand serta dua emdali emas di Malaysia.

Hal ini ditambah juga dengan hasil yang cukup apik di ajang Asian Para Games 2018 kemarin. Walau belum menyumbangkan emas, cabor para sepeda sejauh ini sudah mempersembahkan lima perak dan delapan perunggu. Atas prestasi itu, bisa disimpulkan masa depan sepeda Indonesia bakal cerah jika bisa dikelola dengan sangat baik dan profesional.

“(Keikutsertaan di Paralimpiade) Mendukunglah, apalagi saya ‘kan Ketua INAPGOC. Masa tidak didukung? Semuanya harus sama-sama mengumpulkan poin. Kalau NPC dan PB ISSI (sendiri-sendiri) tidak mungkin bisa, jadi harus bareng-bareng. Makin banyak orang yang terlibat, makin bagus.”

“Tapi, cita-cita dan pemahaman harus sama, biar fokus. Kalau ada cita-cita yang beda, itu yang harus dieliminir, karena itu bisa jadi faktor rusaknya prestasi. Sementara ini, tujuan kami masih sama,” pungkas Okto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here