Ditemani Keluarga, Eko Yuli Kembali Rebut Emas untuk Indonesia

0

Anak dan istri tentu bisa menjadi penyemangat bagi semua pria yang telah berkeluarga. Mereka bakal bekerja lebih giat demi mendapatkan yang terbaik untuk keluarga. Seperti yang dilakukan oleh atlet angkat besi kelahiran Lampung, 24 Juli 1989, Eko Yuli Irawan. Walau didera gundah gulana lantaran menanti kelahiran anak keduanya, namun peraih medali perak Olimpiade Rio 2016 dimaksud justru membalik rasa itu menjadi stimulan untuk mendulang prestasi.

Ketatnya kompetisi serta target medali emas di Asian Games 2018 disulap sedemikian rupa agar suami dari Masitah ini bisa mempersembahkan hadiah terbaik untuk si jabang bayi. Dan Eko Yuli bisa membuktikannya dengan mengalahkan lawan asal Vietnam guna menyumbangkan medali emas kelima untuk Indonesia.

Setelah berhasil meraih medali emas, Eko Yuli langsung mencari anak pertamanya yang turut hadir menyaksikan perjuangan ayahnya mengharumkan nama Indonesia. Tak hanya sendiri, Naicilla Salsabila Irawan juga didampingi oleh sang ibu yang sedang hamil tua di tribun penonton. Walaupun dalam kondisi hamil tua, Masitah tetap setia menemani sang suami bertanding untuk merebut gelar juara.

Karir cemerlang Eko Yuli dimulai saat dirinya merebut tempat kedelapan kelas 56 kg pada kejuaraan dunia di Republik Dominika di 2006. Di tahun berikutnya, pehobi sepak bola ini menyabet medali emas kejuaraan dunia yunior di Republik Ceko, medali perunggu kejuaraan dunia di Thailand, serta medali emas Sea Games 2007 di Thailand.

Karirnya berlanjut dengan raihan medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan 2012 serta ditutup dengan medali emas Asian Games 2018. Dengan segudang prestasi tadi, ada yang mengganggu putra dari pasangan Saman dan Wastiah ini. Generasi penerusnya di olahraga angkat besi. Eko Yuli bertekad, jika sudah ada penerusnya yang meraih medali, dirinya bakal pensiun dan alih profesi menjadi pelatih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here