Demi Tiket Sea Games, Lifter Muda Ini Siap Bersaing Dengan Eko Yuli Irawan 

0
Sumber: Akun Twitter @sugarunning95

Lifter muda potensial Tim Indonesia, M. Faathir bertekad untuk bisa mendapatkan tiket lolos ke SEA Games 2021. Hanya saja dia butuh bekerja ekstra keras untuk mencapai hal tersebut, karena harus bersaing dengan atlet senior Eko Yuli Irawan.

Meskipun harus menantang lifter sekaliber Eko Yuli Irawan, Faathir yang saat ini memegang dua rekor dunia di kelas remaja tersebut, mengaku tetap percaya diri.

“Untuk SEA Games itu masih mencari tiket lolosnya juga. Bukan mau nggak mau lagi. Ya memang harus bersaing dengan Mas Eko. Optimistis saja. Menang kalah itu urusan belakangan,” katanya, seperti dilansir dari beritasatu.

Salah satu ajang untuk bisa menentukan siapa – siapa yang akan mewakili Merah Putih di SEA Games 2021 Vietnam, adalah PON XX Papua yang juga digelar pada tahun 2021 mendatang. Dalam pesta olahraga terbesar di Tanah Air tersebut, Faathir akan membela Kalimantan Timur, sementara Eko Yuli Irawan akan menjadi bagian dari tim Jawa Timur.

Bila Berkaca dari sisi pengalaman dan angkatan, Faathir memang masih terlampau jauh jika dibandingkan dengan Eko Yuli Irawan. Angkatan terbaiknya masih di 273 kg. Rinciannya, snatch 119 kg serta clean and jerk 154 kg. Hasil tersebut didapat saat Asian Junior Championship 2020. Dibandingkan dengan Eko Yuli yang total angkatannya sudah stabil di angka 310 kg ke atas.

Menyadari hal tersebut Faathir pun bertekad terus menambah porsi latihannya.

“Lalu, target emas PON. Itu akan jadi PON pertama saya. Dari situ siapa tahu berpeluang bisa ikut SEA Games juga,” ujarnya.

Sementara manajer Timnas angkat besi Alamsyah Wijaya memaparkan, bahwa dalam seleksi SEA Games, tidak hanya dilihat dari menang dan kalah. Proses seleksi, terdiri dari banyak pertimbangan yang harus diambil. Termasuk juga kuota yang disediakan bagi tiap negara.

“Misalnya, dalam SEA Games 2021 di Vietnam nanti kami dapat kuota lifter putra tujuh orang. Itu kami lihat pembagian lifternya nanti dalam kelas berapa saja yang diikuti,” jelas Alamsyah.

Ditambahkan Alamsyah, jika dalam kelas 61 kg tersebut, emas sudah hampir pasti di tangan Eko Yuli, dan kuota kelas lain juga sudah penuh, maka jelas Faathir belum bisa ikut. Tapi hal tersebut masih berpotensi berubah, jika ternyata kuota masih tersisa.

“Kalau untuk memenuhi kuota lifter itu, misalnya Faathir bisa masuk, bisa meraih perak atau malah mengalahkan Eko, kenapa tidak. Bisa saja begitu. Jadi, lihat nanti pertimbangannya seperti apa,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here