Dari Penjual Minyak Kayu Putih, Rizal Bagus Kini Jadi Atlet Nasional

0
Sumber Gambar: Suara.com

Asian Para Games 2018 bisa jadi akan selalu dikenang oleh atlet atletik Nasional, Rizal Bagus Saktiono. Sebelum mendapatkan perak dari nomor lari 200 meter kategori T47 dengan catatan waktu 22,36 detik, dirinya hanya seorang penjual minyak kayu putih.
Sejak ditinggal ayahanda Suryanto yang berpulang lebih dahulu, ekonomi keluarganya terus merosot. Rizal harus berjuang untuk membantu keberlangsungan hidup keluarganya bahkan sejak berusia dua tahun.

Atlet tuna daksa dengan kondisi tangan kiri tanpa pergelangan ini sudah harus belajar bertahan hidup dari segala himpitan ekonomi yang menjerat keluarganya di usia muda. Ibunda Pujiastuti yang mengajarinya untuk berjualan minyak kayu putih.

“Sebelum jadi atlet saya bantu ibu jualan. Saya merasakan bagaimana rasanya jadi orang tak mampu. Dulu, kalau tidak ada latihan saya bantu ibu jualan minyak kayu putih,” kata Riza dilansir CNN Indonesia (9/10/2018).

Dengan segala kekurangan tersebut, Rizal tidak pernah memiliki angan untuk bisa menjadi seorang atlet bahkan peraih medali perak Asian Games. Pertemuannya dengan Ketua National Paralympic Committee (NPC), Senny Marbun pada 2016 usai dikenalkan rekannya di pusat rehabilitas penyandang disabilitas Solo, benar-benar mengubah jalan hidupnya.
Persaingan Pekan Olahraga Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016 di Jawa Barat, menjadi debut Rizal di kancah Nasional. Kiprahnya sebagai atlet terus berlanjut hingga akhirnya mewakil Indonesia di ASEAN Para Games 2017 Malaysia.

Kala itu, ia berhasil meraih satu perak di nomor 200 meter kategori T47 dan juga medali emas di nomor lari estafet 4×100 meter T42-47. Catatan waktu Rizal juga terus menajam usai perhelatan tersebut.

Setelah dua tahun berkiprah menjadi atlet, dirinya akhirnya mencapai level lebih yang lebih tinggi, Asian Para Games. Di event perdananya tersebut, dirinya hanya kalah dari wakil China Hao Wang yang menyabet medali emas dengan catatan 21,71 detik. Sementara medali Perunggu sendiri direbut Ahmad Hojaghlou dari Iran dengan catatan waktu 22,53 detik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here