Darah Pendekar di Tubuh Hanifan Yudani Kusumah

0
ANTARA FOTO/INASGOC/Melvinas Priananda

“Kagok Edan, Diedankeun”

Itulah status yang tertulis di bio akun Instragamnya Hanifan Yudani Kusumah. Dalam bahasa Sunda, kalimat ini berarti “Tanggung edan, edankan”. Sebuah kalimat yang dalam bahasa Sunda berarti tekad penuh, tidak setengah hati.

Hanifan berhasil merebut emas cabang olah raga Pencak Silat di Kelas C Putra setelah mengalahkan atlet Vietnam Thai Linh Nguyen, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (29/8). Setelah kemenangannya itu, Hanifan berpelukan dengan ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Prabowo, sekaligus Presiden Indonesia, Joko Widodo, di hadapan ribuan pasang mata yang hadir.

Atlet asal perguruan Tadjimalela ini mempunyai darah olahragawan dan pendekar yang kuat. Ayah Hanifan, yakni Dani Wisnu merupakan pesilat tingkat dunia. Begitu pula dengan sang Ibu, Dewi Yanti Kosasih, merupakan pesilat asal Jawa Barat yang melanglang buana di kejuaran dunia.

Darah kental pendekar di dalam tubuhnya membuat Hanifan menjadi pesilat yang pantang menyerah dan agresif saat bertarung dengan lawannya. Keyakinan akan kemampuan diri ditanamkan oleh kedua orang tuanya dan menjadi bekal di setiap pertarungan.

“Pesan orang tua ke saya itu, harus yakin dengan kemampuan diri sendiri,” ujar Hanifan saat diwawancara Fokus Jabar.

Keyakinan ini selain membuat Hanifan bisa menjadi juara di Asian Games 2018, juga bisa membuatnya tidak sungkan untuk mendapat pelukan dari dua orang yang pendukungnya tengah “berseteru”, Jokowi dan Prabowo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here