Cerita Pilu Dibalik Medali Emas Windy Cantika di SEA Games 2019

0
Sumber: The Jakarta Post

Windy Cantika Aisah berhasil menyumbang emas untuk Indonesia di SEA Gmeas dari cabang olahraga angkat besi di kelas 49 kilogram. Dara satu ini berhasil memboyong emas setelah sukses mengangkat besi seberat 86 kg pada angkatan ketiga.

Kendati demikian, ternyata Windy memiliki cerita tersendiri dibalik kesuksesannya tersebut. Siapa yang menyangka dara yang masih berseragam SMA tersebut harus menjalani serangkaian kejadian yang kurang menyenangkan.

“Hal tidak enak seperti mobil ditabrak sampai hancur,” ujar Windy dilansir dari Kompas.com.

Ia menceritakan kejadian tersebut terjadi setelah dirinya pulang dari kualifikasi Olimpiade yang diselenggarakan di Thailand beberapa waktu lalu.

“Pas pulang, bannya bocor. Mobil kemudian ditabrak dari belakang. Windy pun hampir meninggal di situ,” imbuhnya.

Belum selesai sampai disitu perasaannya sempat hancur ketika medengar kabar sang ayah harus naik meja operasi. Namun ia berusaha tenang, apalagi sang ayah juga sempat memberikan motivasi kepadanya.

“Hari ini pun, bapak Windy dioperasi jam 8. Operasi di hidung kayak ada semacam tumor,” jelasnya.

“Kata dia tenang saja karena papa ada yang jagain di sana. Semangat saja. Kasih yang terbaik buat papa,” tutur Windy menirukan nasihat sang ayah.

Lifter berusia 17 tahun tersebut mengakui serangkaian kejadian tersebut sempat memecah konsentrasinya. Karenanya ia sangat bersyukur bisa tetap memperoleh medali emas di tengah situasi yang ada. Lebih-lebih ini adalah debut perdananya di SEA Games.

“Ini SEA Games pertama. Bisa memecahkan rekor, alhamdulillah. Berkat orang tua dan juga pelatih,” ujarnya.

Tak hanya berhasil menyumbang medali emas bagi kontingen Merah Putih, ternyata Windy juga memecahkan rekor dunia youth angkatan snatch dengan namanya sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here