Cabang Anggar Bertekad Meraih Prestasi Terbaik

0

“Meskipun tidak diunggulkan untuk meraih medali karena pesaing di Asian Games 2018 nanti merupakan tim-tim kelas dunia, kami tak mau kalah dan selalu berambisi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” – Muslimin, Kabid Binpres PB Ikasi. (bolasport.com)

Membawa semangat sportifitas, cabang olahraga anggar merupakan permainan tradisional yang menggunakan pedang sebagai senjatanya. Sang pemenang adalah yang paling banyak menyentuhkan pedang ke tubuh lawannya. Sebagai olahraga, anggar pertama kali berkembang di Jerman pada abad 14 dan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade pertama.

Di Indonesia, anggar diperkenalkan oleh Belanda di masa kolonial. Anggar menjadi salah satu keahlian yang diajarkan kepada tentara-tentara mereka. Di Pekan Olahraga Nasional pertama, anggar dijadikan olahraga eksebisi. Para atlet anggar tergabung dalam Ikatan Pendekar Anggar Indonesia yang dibentuk tahun 1948. Kejuaraan anggar Nasional I dilaksanakan bertepatan dengan PON II/1951 di Jakarta. Bersamaan itu dilangsungkanlah kongres dan menetapkan R. A. Kosasi sebagai Ketua Umum dan Ong Siek Lok sebagai Sekretaris Umum. Nama organisasi anggar yang semula IPADI menjadi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia atau IKASI.

Dalam jadwal Asian Games 2018, cabang anggar digelar pada tanggal 19 Agustus sampai 24 Agustus 2018. Di Asian Games sendiri, anggar baru dipertandingkan pada tahun 1974. Selama mengikuti Indonesia berhasil meraih 1 medali perak dan 2 perunggu. Satu perunggu berhasil diraih di Asian Games tahun 1978 lewat tim floret putri. Satu perak dan satu perunggu didapat di Asian Games 1990, melalui masing-masing degen individu putri dan degen beregu putri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here