BWF Umumkan Jadwal Indonesia Open 2020, PBSI Langsung Bersiap

0
Sumber Gambar: ANTARA FOTO/INASGOC/Nafielah Mahmudah/tom/18.

Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memastikan akan segera menggelar persiapan untuk menghadapi Indonesia Open Super 1000 yang sudah dipastikan pelaksanaanya oleh Federasi Bulutangkis Dunia pada Jumat 22 Mei. Indonesia Open rencana akan digelar pada 17-22 November 2020.

“Dengan keluarnya jadwal resmi dari BWF, maka PBSI bisa segera melakukan langkah-langkah persiapan mulai dari menyusun kepanitiaan, penentuan lokasi turnamen, dan membuat beberapa alternatif konsep acara,” ujar Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto seperti dikutip dari Antara.

Daftar rangkaian turnamen terbaru, diumumkan oleh BWF, setelah sebelumnya seluruh agenda internasional harus tertunda, lantaran pandemi global covid-19.

Berdasar jadwal yang sudah dirilis oleh BWF, musim turnamen akan dimulai pada Agustus 2020. Dimulai dengan turnamen level Super 100, yaitu Hyderabad Open 2020 yang akan diadakan di Hyderabad India, 11-16 Agustus.

Sementara untuk turnamen dengan level 500 ke atas baru akan diadakan pada September. Dibuka dengan Korea Open 2020, yang adalah turnamen level Super 500. Korea Open akan mengambil lokasi turnamen di Seoul pada 8-13 September.

Sedangkan turnamen Indonesia Open 2020, yang adalah turnamen level Super 1000, rencana akan digelar pada 17-22 November 2020. Jadwal yang diberikan oleh BWF tersebut, sudah sesuai dengan permohonan dari PBSI sebelumnya, yaitu memindahkan turnamen dari Juni ke September-Desember.

“Dari awal kami mengajukan antara September dan Desember dengan pertimbangan kondisi wabah corona yang mulai mereda. Kami rasa ini jadwal yang ideal, tidak berdekatan, tapi tidak juga terlalu jauh di akhir tahun karena ada turnamen BWF Tour Finals,” ujar Budiharto menjelaskan.

Mengacu kepada jadwal terbaru BWF, susunan turnamen memang sangat padat. Berkaca dari hal tersebut, PBSI akan segera menyusun program delegasi pemain, dengan skala prioritas.

“Dengan jadwal padat, tim Binpres (pembinaan dan prestasi) harus menyusun skala prioritas, atlet mana saja yang akan ikut turnamen apa saja. Namun, ada beberapa turnamen yang masih akan dikonfirmasi lagi dari negara penyelenggara, salah satunya China,” katanya.

Sedangkan, para atlet yang sudah berpuasa berkompetisi selama lima bulan terakhir, juga punya PR besar untuk bisa mengembalikan kondisi mereka, seperti saat menjalani musim turnamen. Turnamen internasional terakhir, yang dijalani Tim Indonesia adalah All England 2020 pada Maret lalu.

“Kami beruntung tetap melakukan karantina mandiri selama ini, jadi atlet masih bisa terkondisikan dari sisi kebugaran dan feeling mainnya,” ujar Budiharto mengungkapkan.

Tugas PBSI selanjutnya adalah mengembalikan kondisi atlet secara maksimal dan mempersiapkan mereka kembali ke musim kompetisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here